• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Jenderal AS Mengaku “Pedih dan Marah” usai Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 2 September 2021 - 13:36
in Internasional
indoposco

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley dalam konferensi pers di Pentagon, Washington, Rabu (1/9/2021). Foto: Antara/Reuters

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengaku merasakan “kepedihan dan kemarahan” serta emosi yang campur aduk dari banyak orang di militer setelah AS menyelesaikan penarikan pasukan dari Afghanistan, termasuk upaya evakuasi yang menelan korban 13 tentara.

Hampir 2.500 orang Amerika tewas dalam perang AS terlama itu, termasuk 13 tentara yang jadi korban serangan bom bunuh diri oleh ISIS di luar bandara Kabul pekan lalu.

BacaJuga:

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Banyak dari mereka masih bayi ketika serangan teroris 11 September 2001 terjadi di AS dan kemudian menimbulkan konflik di Afghanistan hampir 20 tahun yang lalu.

Taliban, yang digulingkan Amerika dari kekuasaan lalu berjuang selama 2 dekade, mengambil alih negara itu bulan lalu setelah militer Afghanistan yang dilatih AS porak poranda.

“Kepedihan serta kemarahan saya sama seperti keluarga yang berduka, sama seperti para prajurit yang berada di lapangan,” tutur Jenderal Mark Milley, Kamis (2/9).

Ia berbicara pada reporter untuk pertama kali sejak militer AS menyelesaikan penarikan pasukan pada Senin.

Di awal pembicaraan Milley menjelaskan: “Tidak kata- kata yang bisa disampaikan oleh saya atau menteri pertahanan atau presiden ataupun siapa saja untuk membawa kembali mereka yang telah gugur.”

Tidak hanya 13 anggota militer yang tewas pada Kamis, belasan lainnya terluka serta dievakuasi dari Kabul.

“Ini hal yang sulit,” tutur Milley.” Perang itu sulit, kejam, brutal serta tidak kenal ampun.”

Milley menambahkan dirinya adalah tentara profesional dan berusaha “menahan” rasa sakit dan amarahnya.

Beberapa tentara aktif serta veteran mempertanyakan apa artinya tugas mereka di Afghanistan setelah Taliban mengambil alih Afghanistan.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menekankan pentingnya menghormati semua pandangan, karena dia menghormati jasa para veteran.

“Saya akan selalu bangga dengan peran kita dalam perang ini. Namun kita seharusnya tidak berharap para veteran perang Afghanistan lebih setuju (dengan hal itu) dari kelompok Amerika lainnya,” tutur Austin kepada reporter.

“Saya telah mendengar pandangan yang kuat dari banyak pihak dalam beberapa hari terakhir, dan itu penting. Itulah demokrasi. Itulah Amerika.”

Dalam sejumlah foto yang terlihat menyakitkan bagi para tentara, Taliban berpose di pangkalan militer yang dibangun oleh koalisi militer pimpinan AS kemudian diserahkan kepada pasukan Afghanistan yang kemudian porak poranda.

Banyak tentara serta veteran juga terganggu oleh fakta bahwa ribuan orang Afghanistan yang berisiko telah ditinggalkan, termasuk mereka yang bekerja sebagai penerjemah untuk militer. (mg2)

Sumber: Reuters

Dikutip dari: Antara

Tags: afghanistanAmerika SerikatTaliban

Berita Terkait.

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital
Internasional

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:31
Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur
Internasional

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:01
aidi
Internasional

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:41
Esmail-Baghaei
Internasional

Iran Bantah Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai di Timur Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:05
Trump
Internasional

Trump Klaim Mojtaba Khamenei Setujui Kesepakatan Damai dengan AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:33
Rudal
Internasional

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1517 shares
    Share 607 Tweet 379
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.