• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Empat Daerah di Jateng Tak Dapat Vaksin, Ganjar Tanya Kemenkes

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 30 Agustus 2021 - 23:09
in Nusantara
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Humas Pemprov Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Humas Pemprov Jateng

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mempertanyakan alasan empat kabupaten/ kota di provinsi setempat tidak mendapat alokasi vaksin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Saya sudah menanyakan kepada Kemenkes, mengapa Kabupaten Cilacap, Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kota Pekalongan tidak mendapat jatah vaksin,” katanya di Semarang, Senin (30/8/2021).

BacaJuga:

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global

Menembus Batas Patroli, PHM Selamatkan 7 Nelayan di Tengah Selat Makassar

Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Banjir di Barat Indonesia 3 Hari ke Depan

Ganjar mengungkapkan persoalan utama terkait hal itu adanya pengaturan yang terlalu detail dalam alokasi vaksin.

Kemenkes telah membagi jatah vaksin tidak hanya untuk kabupaten/ kota, tapi juga berdasarkan kelompok, seperti organisasi masyarakat, titipan dari anggota DPR dan lain- lain.

Ganjar telah meminta Kemenkes agar tidak terlalu detail dalam pembagian alokasi vaksin karena selain merepotkan juru vaksin, juga agar pembagian merata sesuai kebutuhan.

“Saya gak ngerti nih, kepentingan pusat kayaknya terlalu jauhlah kalau membagi sampai tingkat detail itu. Ormas ini sekian, terus kemudian dari titipan DPR sekian, itu merepotkan kita di bawah karena yang di bawah ini akhirnya mereka ditarik,‘ ayo dong tempatku dulu ayo dong kelompokku dulu’, maka vaksinatornya repot,” ujarnya dikutip Antara.

Menurut Ganjar, pengaturan mendetail oleh Kemenkes terhadap alokasi vaksin dapat dilakukan jika kelompok- kelompok yang mendapatkan alokasi vaksin itu bisa membawa vaksinatornya sendiri.

“Sebab kalau ujung- ujungnya nanti diberikan kepada kami, itu rasa- rasanya akan menjadi tarik ulur diantara kepentingan yang utama. Dimana kami harus menyelesaikan sesuai dengan target jumlah yang kita siapkan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, pihaknya yang melaporkan ke Gubernur Jateng terkait dengan adanya empat kabupaten/ kota yang tidak mendapat alokasi vaksin dari pemerintah pusat.

Dalam rincian alokasi vaksin dari pemerintah pusat itu ada empat daerah yang tidak mendapat alokasi vaksin untuk tahap awal yaitu Kabupaten Cilacap, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kota Pekalongan.

” Ini saya juga gak tahu kenapa, padahal justru( daerah) itu yang lebih banyak membutuhkan kok malah tidak mendapatkan, sama sekali, nol, tapi yang kedua dapat semuanya, alokasinya dari Dinkes ada juga yang TNI Polri, tapi kabupaten kotanya sudah dirinci,” ujarnya.

Dinkes Jateng pada hari ini akan membagi vaksin sekaligus untuk dua tahap yang pertama kalau kita gabung slot satu dan dua ini hampir satu juta dosis yaitu 992. 140 dosis vaksin. (mg3)

Tags: Ganjar PranowojatengvaksinVaksinasi

Berita Terkait.

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global
Nusantara

Dirjen Bea Cukai Turun ke Daerah, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan di Tengah Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 - 14:27
Nelayan
Nusantara

Menembus Batas Patroli, PHM Selamatkan 7 Nelayan di Tengah Selat Makassar

Kamis, 16 April 2026 - 11:50
BPBD
Nusantara

Waspada! Bibit Siklon 92S Picu Banjir di Barat Indonesia 3 Hari ke Depan

Kamis, 16 April 2026 - 09:08
ADK
Nusantara

Baleg DPR Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Revisi UU Pemerintahan Aceh Dikebut

Kamis, 16 April 2026 - 06:20
Kuasa-Hukum
Nusantara

30 Tahun Dinanti, Dana Lelang Warga Banyumas Masih Tertahan Negara

Rabu, 15 April 2026 - 23:03
bc4
Nusantara

Triwulan I 2026, Bea Cukai Pangkalan Bun Sita 576 Ribu Batang Rokok Ilegal

Rabu, 15 April 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2518 shares
    Share 1007 Tweet 630
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.