• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Akademisi IPB: Fakta Food Estate Kalimantan Tengah Berhasil Berproduksi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 24 Agustus 2021 - 21:33
in Ekonomi
Program food estate di Kalimantan Tengah.

Program food estate di Kalimantan Tengah.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi menilai program food estate yang menjadi salah satu program utama pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional menuai hasil yang bagus. Menurutnya, tolak ukur yang utama keberhasilan food estate yakni realisasi luas tanam dan panen yang tinggi, meningkatnya produksi, indeks pertanaman dan produktivitas.

“Dari target ditanam 30 ribu hektar, itu sudah ditanam dan dipanen. Hasilnya kisaran 4 ton perhektar,” demikian kata Prima Gandhi di Bogor, Selasa (24/8/2021).

BacaJuga:

Akselerasi Energi Nasional, Minyak UMKM KBE Resmi Mengalir ke MEPG

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT

Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham

Oleh karena itu, Prima Gandhi menampik adanya pandangan dari pihak tertentu yang menyimpulkan, pelaksanaan food estate khususnya di Kalimantan Tengah yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas mengalami kegagalan.

Menurutnya, keberhasilan produksi dengan hasil tersebut menunjukkan kondisi lahan rawa mineral memenuhi syarat untuk tumbuh, syarat kondisi kualitas air irigasi yang ada juga memenuhi syarat, infrastruktur dan kesiapan petani juga tersedia di lokasi food estate di dua kabupaten tersebut.

Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi.

“Jadi menilai keberhasilan itu langsung cek outcome saja, berhasil dan berproduksi tidak. Ini kan sudah kasat mata terlihat hasil panen nya. Kalau berhasil panen berarti aspek kondisi lahan, air, agroklimat dan kesiapan petani sudah terpenuhi,” tegasnya.

“Aspek lahan dan agroklimat serta sosial ekonomi kan sudah dikaji dan dianalisis kelayakan pada saat program mau berjalan. Justru sekarang saatnya untuk merancang keberlanjutan programnya sehingga selanjutnya petani bisa mandiri mengelola usahatani, mengolah hasil dan memasarkan,” pinta Prima Gandhi.

Dosen Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, IPB ini berharap pemerintah terus fokus untuk mengembangkan food estate sebagai lumbung pangan Indonesia. Ketersediaan pangan yang memadai untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor dapat diwujudkan dengan pengembangan food estate yang semakin maju ke depannya.

“Saya optimistis hal ini terwujud. Sebab pengembangan food estate juga sudah diikuti dengan terbangunnya sistem logistik, pengolahan dan nilai tambah, distribusi dan pemasaran berbasis digital sudah terbangun tinggal dikembangkan lagi. Dan juga sudah mulai terbangun korporasi petani yang mampu dan berdaya guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani,” cetus Prima Gandhi. (arm)

Tags: food estate kalimantan tengahipbprima gandhi

Berita Terkait.

Djoko-Siswanto
Ekonomi

Akselerasi Energi Nasional, Minyak UMKM KBE Resmi Mengalir ke MEPG

Selasa, 28 April 2026 - 11:05
Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT
Ekonomi

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT

Senin, 27 April 2026 - 22:00
Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham
Ekonomi

Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham

Senin, 27 April 2026 - 21:08
Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079
Ekonomi

Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079

Senin, 27 April 2026 - 20:31
Reshuffle Internal, Kementerian UMKM Fokus Percepat Kewirausahaan Nasional
Ekonomi

Reshuffle Internal, Kementerian UMKM Fokus Percepat Kewirausahaan Nasional

Senin, 27 April 2026 - 20:07
Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 27 April 2026 - 19:08

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2458 shares
    Share 983 Tweet 615
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    924 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.