• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Eksportir Bali, A.A. Gede Agung Wedhatama Pendiri Komunitas Petani Muda Keren

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 16 Agustus 2021 - 10:58
in Nasional
indoposco

Komunitas Petani Muda Keren (PMK) didorong mengembangkan potensi pertanian Bali untuk mendukung kebutuhan pangan domestik dan ekspor komoditas pertanian ke mancanegara. Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya dan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendukung kinerja petani milenial menjadi eksportir muda menjelma pada sosok Anak Agung (A.A) Gede Agung Wedhatama, menggerakkan 2.000 petani milenial Bali sebagai member komunitas Petani Muda Keren (PMK) di Bali yang didirikan A.A. Gede Agung Wedhatama pada 2019.

Menyadari besarnya potensi dan peluang pertanian RI khususnya di Bali, A.A. Gede Agung Wedhatama, akrab disapa Gung Wedha, mengembangkan klaster-klaster produk seperti hortikultura dan cengkeh dari hulu ke hilir melalui kendali mutu ketat bagi member PMK ditopang pemanfaatan teknologi informasi (IT).

BacaJuga:

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan 3 Jenazah Pekerja Migran dari Taiwan

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Menteri PPPA Kawal Pemulihan Psikologi Santriwati Korban Pelecehan di Pati

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, era industri 4.0 identik dengan IT dan digitalisasi yang lekat dengan generasi milenial, mengajak petani muda bergiat menerapkan teknologi smart farming dalam pengembangan budidaya pertanian.

“Pertanian berbasis teknologi memudahkan petani dalam budi daya yang lebih efisien sekaligus modern dalam upaya akselerasi produksi petani,” kata Mentan Syahrul.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi bahwa petani adalah profesi menjanjikan dengan pendapatkan yang menggiurkan bagi milenial.

“Kementan akan terus mendorong minat generasi muda menekuni sektor pertanian. Kita ubah streotipe petani tidak akan kaya. AA Gede Agung Wedhatama membuktikan bahwa melalui pertanian, dia sukses dan berpenghasilan cukup besar,” katanya.

Dedi berharap A.A. Gede Agung Wedhatama sebagai Duta Petani Milenial (DPM) jadi role model yang menginspirasi, memotivasi serta mitra bagi petani muda Bali dan daerah lainnya meningkatkan produktivitas dan kualitas hingga mampu menembus pasar ekspor.

AA Gede Agung Wedhatama, pendiri komunitas PMK, memimpin PT Bos (Bali Organik Subak) dan BosFresh Apps in Bali menyadari besarnya peluang pertanian di Bali, harus disertai keterlibatan generasi milenial. Pria 36 tahun ini pun menggagas PMK pada 2019, dan kini memiliki 2.000 member di seluruh Bali.

“Saya kumpulkan petani agar bangga bahwa bertani itu ‘cool’. Saya jembatani pertanian hulu ke hilir. Menanam hingga menjual hingga ekspor. Kami produksi sayuran, buah, daging dan ikan kualitas terbaik menerapkan metode natural sehingga menghasilkan produk yang sehat dan bertanggung jawab,” kata Gung Wedha.

DPM Bali ini mengaku menerapkan kendali mutu ketat terhadap produk BOS Fresh, salah satu syaratnya harus dibudidayakan alami (nature farming) dengan pupuk dan pestisida alami. BOS mengekspor produk pertanian sejak 2018 dan volume ekspornya terbesar di Bali.

“Sebelum pandemi, volume ekspor lima hingga 10 ton buah segar seperti manggis, buah naga, manga, alpukat, vanili, dried fruit, bubuk jahe, pasta vanilla. Nilai ekspor hampir Rp100 miliar. Ceko, Rusia, China dan Kamboja adalah negara tujuan ekspor kami,” kata Gung Wedha.

Dia tidak menampik dampak pandemi, khususnya akses penerbangan untuk ekspor buah segar, sehingga BOS hanya mengekspor produk olahan untuk menekan risiko, kapasitasnya 3-5 ton per minggu, omsetnya Rp500 juta.

Sebagai milenial, Gung Wedha mengembangkan aplikasi online BosFresh Apps in Bali bagi anggota PMK sebagai hulu dalam rantai nilai pertanian. Petani dapat mengisi keterangan tentang komoditas yang ditanam, jadwal tanam, umur tanaman, luas lahan, dan jumlah tanaman maka dengan algoritma yang dikembangkan Gung Wedha dan timnya, petani mendapat informasi kapan panen, perkiraan jumlah panen, waktu pemupukan, dan lainnya.

“Petani kita paksa memakai teknologi dan mekanisasi seperti traktor, irigasi tetes, dan aplikasi. Aplikasi BOSFresh mendukung penjualan langsung ke konsumen dengan fair trade. Petani tahu harga produknya, karena bisa cek langsung,” katanya lagi.

Menurutnya, pemberlakuan standar baku mutu ketat produk-produk BOS Fresh agar produk petani berkualitas dan sehat. “Jangan hanya terlihat bagus, tetapi beracun karena pakai kimia. Itu kan ngeri sekali.”

Keberhasilan tersebut yang mendukung langkahnya berpartisipasi dalam Merdeka Eskpor yang dicanangkan Mentan Syahrul dan diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual pada Sabtu (14/8/2021). (aro)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

fachri
Nasional

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan 3 Jenazah Pekerja Migran dari Taiwan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:12
kkp
Nasional

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:07
ilustrasi
Nasional

Menteri PPPA Kawal Pemulihan Psikologi Santriwati Korban Pelecehan di Pati

Senin, 11 Mei 2026 - 08:47
Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nasional

KKP – Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur dan Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:07
Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal
Nasional

Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:31
Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nasional

Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:07

BERITA POPULER

  • psim

    PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.