• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Brasil Batalkan Kontrak Pemakaian Vaksin Sputnik V Rusia

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 30 Juli 2021 - 15:57
in Internasional
indoposco

Warga berjalan melewati sebuah mural di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (12/3/2021). (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga menyatakan negara itu berencana membatalkan kontrak 10 juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik V milik Rusia yang kesepakatannya sudah ditandatangani pada Maret 2021 lalu. Rencana diungkapkan ketika negara Amerika Selatan itu berjuang melawan salah satu wabah terparah di dunia.

Queiroga mengatakan pembatalan itu disebabkan batas waktu yang terlewat dalam proses pendaftaran kepada regulator kesehatan Brasil Anvisa. Menkes menyatakan program vaksinasi nasional Brasil saat ini tidak membutuhkan vaksin Rusia, meskipun Anvisa mengizinkan penggunaan vaksin Sputnik V.

BacaJuga:

Viral Dugaan Penganiayaan WNI di Malaysia, DPR Minta Proses Hukum Dikawal Ketat

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Kontrak untuk mengimpor 10 juta dosis vaksin ditandatangani bersama perusahaan farmasi Brasil Uniao Quimica, yang berencana memproduksi vaksin Sputnik V secara lokal. Namun dalam kontrak disebutkan penggunaan darurat tersebut harus disetujui oleh Anvisa.

Proses persetujuan terhenti karena Uniao Quimica tak menyerahkan data mengenai vaksin tersebut. 16 negara bagian Brasil sebenarnya sudah mengajukan izin untuk mengimpor vaksin Rusia yang disetujui berdasarkan sederet persyaratan yang mencakup pengujian. Namun Anvisa mengatakan hanya empat negara bagian yang menyetujui persyaratan tersebut.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang memasarkan vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute Moskow, dan Uniao Quimica masih belum menanggapi mengenai rencana pembatalan tersebut.

Bahkan Queiroga saat melakukan konferensi pers juga mengumumkan tentang pembatalan kontrak 20 juta dosis Covaxin buatan Bharat Biotech India senilai 316 juta dolar AS (sekitar Rp4,56 triliun).

Ia mengklaim kontrak itu batal demi hukum lantaran Anvisa tak menyetujui penggunaan vaksin tersebut. Karena Bharat Biotech memutus hubungan dengan Precisa Medicamentos, perwakilan sekaligus perantaranya di Brasil.

Sejak pandemi mulai merebak, Brasil melaporkan sedikitnya 20 juta warga negaranya terinfeksi dan lebih dari 550.000 kematian diakibatkan oleh wabah ini. Angka harian kematian baru menurun lebih dari setengah pada April lalu. Brazil mencatat jumlah kematian Covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. (wib)

Tags: brasilcovid-19Vaksin Covid-19Vaksin Sputnik V

Berita Terkait.

Video-Kekerasan
Internasional

Viral Dugaan Penganiayaan WNI di Malaysia, DPR Minta Proses Hukum Dikawal Ketat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:43
Shehbaz-Sharif
Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Senin, 15 Juni 2026 - 11:29
Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan
Internasional

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:05
Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital
Internasional

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:31
Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur
Internasional

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:01
aidi
Internasional

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:41

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7103 shares
    Share 2841 Tweet 1776
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1061 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.