• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Orang Tua Perlu Ketahui Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 25 Juli 2021 - 10:53
in Gaya Hidup
indoposco

Ilustrasi anak sakit (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Orang tua perlu mengetahui faktor risiko Penyakit Jantung Bawaan (PJB) atau Congenital Heart Disease (CHD) lewat skrining premarital. Selain itu saat ini PJB dapat ditangani tanpa pembedahan. Demikian diungkapkan Ketua Terpilih Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr. Radityo Prakoso, SpJP(K), FIHA.

“Skrining premarital dan konseling genetik bisa mengidentifikasi serta memodifikasi, melalui pencegahan dan manajemen, beberapa kebiasaan medis dan faktor risiko lainnya juga dapat mempengaruhi hasil kehamilan,” kata Dr. Radityo dalam seminar daring Heartology Cardiovascular Center, yang dirilis Antara, Minggu (25/7/2021).

BacaJuga:

Lineup Pertama SBS Gayo Daejeon Summer 2026 Dirilis, Ada ATEEZ, RIIZE, hingga RIZE yang Siap Guncang Panggung

Tampil Berponi di Piala Dunia, Karena aespa Curi Perhatian Publik

Yoo Jae Suk Buka Suara Lagi soal Tudingan “Yoo-Line”, Tegaskan Tak Punya Kuasa Tentukan Casting

“Pemeriksaan kesehatan wanita dan pasangannya sebelum terjadinya kehamilan, merupakan pencegahan primer dan langkah penting dalam membentuk masyarakat yang sehat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, PJB adalah penyakit jantung yang telah ada sejak lahir akibat pembentukan jantung kurang sempurna pada fase awal perkembangan janin dalam kandungan. PJB mengakibatkan gangguan aliran darah pada ruang jantung sehingga darah yang dipompa tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Tanpa kontrol kehamilan yang baik seringkali PJB tidak terdiagnosa pada bayi yang akan dilahirkan. Pada umumnya ketika orang tua mengetahui mereka memiliki bayi, proses perkembangan jantung pada bayi dalam kandungan telah selesai.

Menurut data PERKI, di Indonesia, terdapat 9 dari 1.000 bayi yang lahir dengan PJB. Sejumlah faktor risiko itu bisa diketahui melalui skrining. Pertama adalah gen PJB yang diturunkan pada bayi berhubungan dengan banyak sindroma genetik. Lalu Rubella yang dapat mempengaruhi perkembangan jantung janin, dan diabetes yang meningkatkan risiko PJB. Perlu diketahui, diabetes gestasional tidak meningkatkan risiko PJB. Disamping itu penggunaan obat-obatan seperti lithium atau isoretinoin juga berkaitan dengan PJB, apalagi jika diikuti dengan mengkonsumsi alkohol serta merokok.

“Dokter jantung janin memiliki peranan sangat penting tak hanya untuk melakukan diagnosis, tapi juga memberikan konseling prenatal untuk membantu pasien dan bayinya,” jelas Dr. Radityo.

Diagnosis prenatal memberikan kesempatan pada orang tua untuk berkonsultasi mengenai diagnosis anak dan meningkatkan pemahaman orang tua tentang PJB. Selanjutnya, ada skrining bayi baru lahir untuk PJB kritis.

Dr. Radityo mengungkapkan saat ini PJB dapat ditangani tanpa pembedahan. Intervensi kateter Zero Fluoroscopy (tanpa radiasi) merupakan teknik mutakhir penanganan PJB tanpa radiasi dan pembedahan. Radiasi dapat menimbulkan efek jangka panjang baik untuk pasien maupun dokter dan tim laboratorium kateterisasi. (wib)

Tags: kesehatanpenyakit jantungPenyakit Jantung BawaanPJB

Berita Terkait.

sbs
Gaya Hidup

Lineup Pertama SBS Gayo Daejeon Summer 2026 Dirilis, Ada ATEEZ, RIIZE, hingga RIZE yang Siap Guncang Panggung

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:12
karina
Gaya Hidup

Tampil Berponi di Piala Dunia, Karena aespa Curi Perhatian Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:02
yoo
Gaya Hidup

Yoo Jae Suk Buka Suara Lagi soal Tudingan “Yoo-Line”, Tegaskan Tak Punya Kuasa Tentukan Casting

Jumat, 12 Juni 2026 - 02:20
suky
Gaya Hidup

Sepupu Seulgi Red Velvet Meninggal Mendadak, Penggemar Berduka

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:30
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Gaya Hidup

Comeback NewJeans Diperkirakan Sebelum Oktober, Disusul Tur Dunia

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:00
Didukung Inovasi dan Kinerja Positif, Bank Raya Bidik Pertumbuhan Digital Berkelanjutan
Gaya Hidup

Hwang In Youp dan Hyeri, Cinta Pertama Kembali Setelah 15 Tahun Dalam Drama ‘Dream To You’.”

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:07

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1475 shares
    Share 590 Tweet 369
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.