• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Euro Digelar Pan-Kontinental Tak Dapat Dukungan Presiden UEFA

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Juli 2021 - 08:03
in Olahraga
Presiden UEFA Aleksander Ceferin saat menghadiri laga semifinal Euro 2020 antara Inggris vs Denmark di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021). Antara/Reuters/Pool/Catherine Ivill

Presiden UEFA Aleksander Ceferin saat menghadiri laga semifinal Euro 2020 antara Inggris vs Denmark di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (7/7/2021). Antara/Reuters/Pool/Catherine Ivill

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana Euro digelar secara pan-kontinental sebagaimana yang dilangsungkan tahun ini tak mendapat dukungan dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin. Soalnya, itu dapat menimbulkan kerugian bagi tim serta suporter yang harus terbang ribuan kilometer antarlaga.

Gelaran Euro 2020 dilangsungkan di 11 kota dan negara, di mana London, Inggris menjadi tuan rumah untuk dua laga semifinal serta final yang sedianya mempertemukan Italia vs Inggris pada Minggu (11/7/2021) besok.

BacaJuga:

Diwarnai 2 Red Flag, Diggia Juara dan Acosta Tumbang di Tikungan Akhir GP Catalunya

Tunjuk Xabi Alonso jadi Pelatih, Ambisi Juara Chelsea Kembali Menyala

PSIM vs Madura United: Laskar Sape Kerrab Wajib Peras Keringat Lebih Banyak di Bantul

Sepanjang turnamen tim-tim peserta dan suporternya harus terbang ke pinggiran benua seperti Baku di Azerbaijan yang diwarnai berbagai kekurangan logistik.

“Jika Anda bertanya kepada saya, saya tidak akan mendukungnya lagi. Saya pikir ini terlalu menantang, dalam arti yang kurang menyenangkan sampai-sampai beberapa tim harus melakukan perjalanan hingga 10 ribu km sedangkan ada tim yang cuma seribu km saja,” kata Ceferin kepada BBC Sport sebagaimana dikutip Reuters via Antara, Jumat (9/7/2021).

“Ini juga tidak adil untuk suporter. Sebagian harus ada di Roma, kemudian beberapa hari berselang terbang 4,5 jam ke Baku,” tandasnya. “Ini sungguh menyulitkan, jelas sebuah ide menarik tapi sulit diterapkan. Saya pikir kami tidak akan melakukannya lagi,” ujarnya menambahkan.

Penyelenggaraan Euro 2020 secara pan-kontinental merupakan warisan presiden UEFA pendahulu Ceferin, Michel Platini, yang pada 2012 silam menyebut ajang ini bakal menjadi perayaan romantis untuk memperingati 60 tahun lahirnya turnamen tersebut.

Bahkan setelah tertunda setahun karena Pandemi Covid-19, yang sempat memunculkan wacana perubahan format ke satu negara saja, Euro 2020 tetap diselenggarakan di 11 kota dan negara berbeda menimbulkan kerugian nyata bagi beberapa tim peserta.

Wales misalnya dua kali harus main di Baku sebelum terbang ke Roma menjalani laga terakhir penyisihan grup dan bertolak lagi ke Amsterdam untuk pertandingan 16 besar. Bek Wales Chris Gunter mengkritik UEFA atas format Euro kali ini setelah negaranya tersingkir, menyebut turnamen itu sebagai ‘pengaturan lelucon’.

“Setiap negara punya suporter di mana saja, (sedangkan Wales tidak) kecuali 350 orang yang melanggar aturan pemerintah serta membobol rekeningnya sendiri untuk bisa hadir mendukung langsung, kalian dan kami pantas mendapatkan lebih dari sekadar turnamen dengan pengaturan lelucon ini,” kata Gunter dalam Instagram pribadinya, @chrisgunter2.

Euro 2024 dijadwalkan berlangsung di Jerman setelah negara itu mengalahkan Turki dalam pengajuan tuan rumah, dengan pertandingan dijadwalkan berlangsung di 10 kota. (aro)

Tags: finalInggrisitaliauero

Berita Terkait.

gp
Olahraga

Diwarnai 2 Red Flag, Diggia Juara dan Acosta Tumbang di Tikungan Akhir GP Catalunya

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:33
xabi
Olahraga

Tunjuk Xabi Alonso jadi Pelatih, Ambisi Juara Chelsea Kembali Menyala

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:15
Pemain-Madura-United
Olahraga

PSIM vs Madura United: Laskar Sape Kerrab Wajib Peras Keringat Lebih Banyak di Bantul

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:33
Pemain-Borneo
Olahraga

Persijap vs Borneo FC: Hasrat Berburu Gelar Pesut Etam Masih Menyala

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:11
Pemain-Persib
Olahraga

PSM vs Persib: Krisis Pemain Tak Padamkan Bara Juara Maung Bandung

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:20
Pemain-Bhayangkara
Olahraga

Bali United vs Bhayangkara FC: Laga Perebutan Harga Diri di Pengujung Musim

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:19

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2288 shares
    Share 915 Tweet 572
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1236 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.