• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemulihan Jaringan Kabel Bawah Laut di Papua Harus Dipercepat

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 9 Juni 2021 - 12:40
in Nasional
Ilustrasi - Kabel serat optik. Foto: Corpocrat

Ilustrasi - Kabel serat optik. Foto: Corpocrat

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemulihan layanan atau penyelesaian penyambungan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Biak-Jayapura diharap dapat dilakukan secepatnya. Meski belum memungkinkan pulih sepenuhnya.

Putusnya kabel laut itu berdampak, pada total trafik dari normal sistem komunikasi di seluruh Papua sekitar 154 gigabyte per second (Gbps) dari total traffic di Papua sebesar 464 Gbps.

BacaJuga:

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

Kasus ISPA Naik, DPR RI Minta Pelindungan Kelompok Rentan Diperkuat

Delegasi 36 Provinsi Hadir, Permabudhi: Munas Perkuat Persatuan Umat Buddha

Pengamat Informasi Teknologi Heru Sutadi mengatakan, perusahaan operator telekomunikasi seluler dituntut gerak cepat menangangi persoalan jaringan tersebut. Jika tidak, akan berdampak pada kinerja pelayanan.

“Mempengaruhi kinerja dalam memberikan layanan, karena itu agar layanan normal maka perbaikan perlu dipercepat penyelesaiannya,” kata Heru melalui gawai di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut gangguan telekomunikasi itu berada tepatnya pada posisi 280 kilometer dari kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut (Mdpl).

Ternyata putusnya SKKL di wilayah yang sama sebelumnya telah lima kali terjadi. Berdasar hasil evaluasi, faktor utama adalah faktor alam. Menurut Heru, hal tersebut di luar dari prediksi manusia.

“Kabel putus memang menjadi hal yang kerap terjadi akibat berbagai sebab, sebab alam maupun manusia. Kalau alam memang tidak bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa memulihkan jaringan komunikasi ini bukan perkara mudah. Mengingat posisi putusnya kabel optik tersebut tidak mudah untuk terjangkau.

“Kalau di pantai biasanya perbaikan bisa lebih cepat. Tapi makin dalam posisi kabel, perbaikan akan makin makan waktu,” tuturnya.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menyampaikan, pihaknya telah menyediakan backup secara bertahap untuk mengatasi masalah tersebut. Namun ada kendala teknis terputusnya kabel laut itu.

“Sebenarnya backup kita sediakan bertahap, karena yang namanya satelit kapasitasnya tidak sebesar fiber optik, sehingga tidak mungkin backup-nya ini menggunakan satelit dan microwave bisa sebesar yang aslinya, 154 (Gbps) tadi,” kata Ririek di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Menurut Dirut Ririek Adriansyah, backup yang telah disiapkan itu masih untuk mengaktifkan layanan voice (suara) yang langsung tercover pada tanggal 30 April lalu sekitar pukul 22.30 WIB.

Adapun area atau daerah yang terdampak gangguan di Papua berada pada 4 titik yaitu Kota Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi. (dan)

Tags: kabel bawah lautPapua

Berita Terkait.

gempa
Nasional

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:06
ispa
Nasional

Kasus ISPA Naik, DPR RI Minta Pelindungan Kelompok Rentan Diperkuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:04
budha
Nasional

Delegasi 36 Provinsi Hadir, Permabudhi: Munas Perkuat Persatuan Umat Buddha

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:30
karhutla
Nasional

Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:02
abdul
Nasional

Dampak Kahurtla, Kemendikdasmen Terbitkan SE Protokol Pembelajaran Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:11
kalteng
Nasional

Usai dari Kalbar, Mendagri Tito Bersama Presiden Bertolak ke Kalteng Bahas Penguatan Penanganan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:02

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.