• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Dokter: Penderita Kerap Tidak Menyadari Kena Kanker Payudara

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 4 Juni 2021 - 16:57
in Gaya Hidup
Dokter  Spesialis Bedah Onkologi Semen Padang Hospital dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk. Foto: Antara/HO-SPH

Dokter Spesialis Bedah Onkologi Semen Padang Hospital dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk. Foto: Antara/HO-SPH

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dokter Spesialis Bedah Onkologi Semen Padang Hospital dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk mengemukakan kanker payudara kerap terlambat disadari oleh penderitanya, sehingga perempuan harus lebih waspada dan melakukan deteksi dini.

“Sebaiknya setiap wanita memeriksakan diri agar terhindar dari risiko terkena kanker tersebut, idealnya setiap 7-10 hari sesudah hari pertama haid lakukan pemeriksaan mandiri pada payudaranya,” kata dia di Padang seperti dilansir Antara, Jumat (4/6/2021).

BacaJuga:

IndoBeauty Expo 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Kecantikan Global

Menkes Budi Gunadi Buka IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Inovasi Alat Kesehatan Jadi Sorotan

BOYNEXTDOOR Umumkan Jadwal Comeback dengan Album Repackage dan Single Jepang Baru

Menurut dia jika ditemukan ada benjolan, atau nyeri yang tidak lazim, maka harus diperiksakan ke dokter.

“Jangan malu dan takut karena akan mengancam nyawa jika sudah terlambat,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini kasus kanker payudara masih cukup tinggi di Indonesia.

Berdasarkan laporan WHO melalui Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (The International Agency for Research on Cancer/IARC) yang terbit Desember 2020, jumlah penderita baru di Indonesia mencapai hampir 400.000 kasus selama 2020 dan 54 persen kasus terjadi pada perempuan.

Ia menjelaskan kanker disebabkan adanya perubahan sel satuan terkecil dari tubuh manusia, namun perubahan sel tersebut sifatnya tidak mengikuti aturan yang berlaku.

“Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul hingga membentuk benjolan, lalu bisa menyebar ke jaringan yang sehat, kelenjar getah bening, atau ke organ lain,” ujarnya.

“Dalam mendiagnosis kanker payudara, dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan benjolan, serta melihat apakah ada keterlibatan kelenjar getah bening, dan adanya penyebaran pada organ lain,” katanya.

Pada stadium I terdapat beberapa gejala seperti terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak berasa nyeri, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk.

“Perhatikan juga jika terdapat luka pada bagian payudara yang tidak sembuh, keluar cairan dari puting, terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara,” katanya menyarankan

Dalam fase awal, jika sudah besar, disertai tukak dan dalam stadium lanjut, baru dirasakan nyeri, itu menunjukan kondisi yang terlambat untuk didiagnosa. Artinya, kondisi kanker sudah cukup parah dan bisa mengancam nyawa penderitanya, lanjut dia.

Ia mengungkapkan ada berbagai faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena kanker payudara baik internal dan eksternal.

Pertama adalah jenis kelamin dan wanita lebih berisiko menderita tumor payudara dibandingkan dengan pria.

Kemudian riwayat keluarga karena wanita yang memiliki keluarga tingkat satu penderita tumor payudara berisiko tiga kali lebih besar untuk menderita tumor payudara.

Selanjutnya faktor genetik yaitu mutasi gen BRCA1 pada kromosom 17 dan BRCA2 pada kromosom 13 meningkatkan risiko tumor payudara sampai 85 persen.

Lalu faktor usia seiring dengan pertambahan umur, faktor hormonal, usia saat kehamilan pertama, terpapar radiasi seperti pada pasien atau petugas yang sering terpapar sinar X saat melakukan pemeriksaan rontgen.

Selanjutnya pemakaian kontrasepsi hormonal seperti oral, implant, dan suntik dan konsumsi alkohol secara berlebihan.

Lalu gaya hidup seperti mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat kimia, bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, merokok atau perokok pasif.

Ia menyarankan saat seseorang telah berusia 40 tahun harus lebih intens memeriksakan diri baik secara medis maupun secara mandiri. (bro)

Tags: dr Rony RustamIARCKanker Payudara

Berita Terkait.

indobeauty
Gaya Hidup

IndoBeauty Expo 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Kecantikan Global

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:16
menkes
Gaya Hidup

Menkes Budi Gunadi Buka IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Inovasi Alat Kesehatan Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:52
BOYNEXTDOOR Umumkan Jadwal Comeback dengan Album Repackage dan Single Jepang Baru
Gaya Hidup

BOYNEXTDOOR Umumkan Jadwal Comeback dengan Album Repackage dan Single Jepang Baru

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:05
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Gaya Hidup

Felicia dan Vedra Raih Mobil Listrik Wuling Aira EV di Grand Final The Icon Indonesia 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:03
Daihatsu Perkuat Pendidikan Vokasi, Apresiasi SMK Binaan Berprestasi di GIIAS 2026
Gaya Hidup

Daihatsu Perkuat Pendidikan Vokasi, Apresiasi SMK Binaan Berprestasi di GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:03
Scoopy
Gaya Hidup

Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:01

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2441 shares
    Share 976 Tweet 610
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1990 shares
    Share 796 Tweet 498
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1976 shares
    Share 790 Tweet 494
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2611 shares
    Share 1044 Tweet 653
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1364 shares
    Share 546 Tweet 341
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.