• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Teknologi Satelit Tekan Pencurian Ikan di Laut Indonesia

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 1 Juni 2021 - 15:57
in Nasional
Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Dr Jonson Lumban Gaol. Foto: Antara/HO-IPB University

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Dr Jonson Lumban Gaol. Foto: Antara/HO-IPB University

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Dr Jonson Lumban Gaol mengemukakan teknologi satelit dapat mengurangi praktik pencurian ikan di Natuna.

“Kita bisa melakukan pengawasan dengan berbagai metode, seperti metode non-konvensional dengan teknologi satelit,” ujar Jonson Lumban Gaol dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta melalui Antara, Selasa (1/6/2021).

BacaJuga:

Potensi Capai 3.294 Gigawatt, Pemerintah Percepat Solarisasi Masjid dan Pesantren di Indonesia

Menteri PANRB: Secara Struktur dan Proses, Evaluasi Kementerian PKP Cukup Efektif

Menhum Minta Notaris Dukung Pembangunan Hukum Nasional

Ia menyampaikan beberapa teknologi yang telah digunakan untuk memonitoring kapal di dunia, antara lain automatic identification system (AIS) dan vessel monitoring system (VMS).

Selain itu, lanjut dia, dapat juga menggunakan teknologi setelit dari sensor optical imagery, night-ime optical imagery dari instrumen Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) dan Sybtetic Aperture Radar (SAR).

Pemanfaatan teknologi satelit ini dimaksudkan untuk memantau kapal ikan yang tidak menyiarkan posisinya, baik melalui AIS maupun VMS dan berada pada mode gelap (dark) dalam sistem pemantauan publik.

“Sebagian besar kapal-kapal ikan di Indonesia itu tidak menyiarkan posisinya dan berada dalam kondisi gelap dalam sistem pemantauan publik,” katanya.

Dengan bantuan teknologi satelit, kapal-kapal penangkap ikan dapat termonitor secara aktual. Teknologi satelit juga dapat memantau kapal yang mematikan sinyal dari AIS dan VMS-nya.

Ia mengatakan satelit dengan instrumen VIIRS dapat memantau kapal ikan yang menghidupkan lampu penerangan saat melakukan operasi penangkapan pada malam hari.

Biasanya, katanya, kapal penangkap ikan itu menyasar komoditas cumi-cumi dan ikan yang memiliki sifat fototaksis positif atau menyukai cahaya.

Jonson menyebut kapal-kapal penangkap ikan biasanya beroperasi pada malam hari, sehingga pengawasan dengan metode konvensional seperti patroli akan sulit dilakukan terutama jika tidak ada fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai.

Dengan kondisi yang demikian, Jonson menyarankan supaya melakukan pemantapan sistem pengawasan kapal-kapal ikan di perairan Indonesia dengan mengintegrasikan teknologi yang ada. “Integrasi teknologi ini perlu dilakukan, karena masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan,” katanya.

Meskipun telah mengintegrasikan teknologi dan metode, Jonson menyebut perlu adanya dukungan dalam pengembangan armada penangkapan ikan, khususnya bagi nelayan Indonesia di perbatasan. “Kapal-kapal perikanan itu, selain melakukan usaha menangkap ikan, juga menjadi penjaga perairan Indonesia,” tuturnya.

Nelayan Indonesia di perbatasan Natuna berdasarkan data satelit, lanjut dia, lebih sedikit jika dibandingkan nelayan dari Malaysia dan Vietnam.

Ia menduga keberadaan nelayan yang sedikit itu dikarenakan faktor armada nelayan Indonesia yang hanya mampu berlayar di sekitar perairan pantai Natuna, sementara laut Natuna membentang luas hingga perbatasan.

“Dukungan armada ini sangat penting supaya nelayan juga bisa mengambil sumber daya laut kita dengan optimal. Kalau armadanya kecil, pasti nelayan tidak berani melaut menuju laut lepas, apalagi kalau cuacanya sedang ekstrem,” kata Jonson.

Namun demikian, ia berharap pemerintah maupun perusahaan dapat memberikan insentif yang lebih menarik bagi para nelayan yang melaut.

Insentif tersebut, kata dia, dapat berupa peningkatan harga jual ikan maupun gaji awak kapal, sehingga lebih banyak generasi muda yang tertarik menjadi nelayan sekaligus menjadi garda depan untuk mengawasi perairan Indonesia dari pencurian ikan oleh kapal-kapal asing. (bro)

Tags: Dr Jonson Lumban GaolTekan Pencurian IkanTeknologi Satelit

Berita Terkait.

MOSAIC
Nasional

Potensi Capai 3.294 Gigawatt, Pemerintah Percepat Solarisasi Masjid dan Pesantren di Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 10:09
Rini
Nasional

Menteri PANRB: Secara Struktur dan Proses, Evaluasi Kementerian PKP Cukup Efektif

Kamis, 16 April 2026 - 09:28
Supratman-Andi-Agtas
Nasional

Menhum Minta Notaris Dukung Pembangunan Hukum Nasional

Kamis, 16 April 2026 - 09:18
Wihaji
Nasional

Menteri Wihaji: Jadikanlah PP Tunas Sebagai Alat Pendukung Kehidupan Keluarga

Kamis, 16 April 2026 - 08:37
Bob-Hasan
Nasional

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Usulkan Pembentukan BSDI

Kamis, 16 April 2026 - 07:11
Irma-Suryani
Nasional

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

Kamis, 16 April 2026 - 05:39

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2517 shares
    Share 1007 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.