• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu-Tempe Menjerit

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 1 Juni 2021 - 19:41
in Ekonomi
Kedelai. Foto: Pixabay

Kedelai. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah pengrajin usaha tempe dan tahu kembali mengeluhkan kenaikan harga kedelai secara drastis sehingga harus memutar otak mengurangi jumlah produksinya di tengah masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

“Setengah mati orang sekarang cari kedelai, mahal sekali. Harganya sampai Rp11.300 per kilogram sekarang. Kenaikannya habis Lebaran,” ungkap pengrajin tempe-tahu, Harun Wibisana, di pabriknya, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan seperti dilansir Antara, Selasa (1/6/2021).

BacaJuga:

Jaga Keberlangsungan Koperasi, Wamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota

Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Tembus Pasar Internasional: Ekspor Raya 459 Ton Durian Beku dari Palu ke Tiongkok

Ia menuturkan, harga kedelai sebelum pandemi dilepas pemasok antara Rp7.000-Rp7.500 per kilogram. Namun, sejak merebaknya virus corona, harga kedelai terus mengalami kenaikan hingga saat ini antara Rp2.000-Rp3.800 per kilogram.

Selain itu, pihaknyaa mulai curiga kenaikkan harga kedelai tidak dibarengi dengan pengendalian serta pengawasan pemerintah sejak awal 2021. Dampaknya, stok bahan kedelai terus berkurang, disisi lain permintaan terus meningkat.

“Saya tidak tahu (penyebab harga naik), cuma dia bilang (pemasok) kepada saya, pesanan untuk stoknya kurang,” bebernya.

Ditanyakan selama ini bahan baku kedelai diperoleh dari mana, kata dia, diimpor dari luar negeri, sebab untuk stok kedelai lokal di Indonesia jumlahnya sangat terbatas untuk memenuhi permintaan.

Harun mengemukakan, untuk mensiasati itu, pihaknya tentu mengurangi produksi dan menaikkan harga sesuai dengan biaya produksi agar bisa mendapatkan keuntungan sebagai pembuat tempe dan tahu.

Harga untuk satu cetakan talang tempe dan tahu, kata dia sebelum pandemi Rp35 ribu per talang dengan jumlah produksi sebanyak seratusan buah, disesuaikan harga kedelai. Tetapi seiring dengan naiknya harga kedelai, tentu mengikuti harga pasar.

“Mau tidak mau harga ikut naik. Sekarang sudah Rp43 ribu per cetakan talang, sebelumnya Rp40 ribu per talang di kondisi pandemi. Kami hanya melayani pembeli yang mau dibikinkan, kalau tidak mau, tidak dibikinkan, sesuai permintaan saja,” ucap dia.

Dengan kenaikan harga kedelai impor ditambah stoknya berkurang, lanjut Harun, maka produksi ikut menurun. Belum lagi stok kedelai lokal sangat jarang ditemukan, kalaupun ada kualitasnya tidak sebagus kedelai impor. Selain itu, tidak semua daerah memiliki distributor langsung.

Imbas dari kenaikan itu, tambah dia, juga mulai terasa, beberapa pengrajin tahu dan tempe mulai menutup pabriknya karena sudah tidak berimbang biaya produksi dan ketersediaan bahan baku dengan keuntungan.

“Setengah mati usaha kalau begini terus. Kalau pun terpaksa tutup kita mau makan apa juga, makanya harga dinaikkan. Harga kedelai saat ini juga sangat menyusahkan kita,” ucapnya lirih.

Para pengrajin tempe dan tahu dikawasan itu berharap, pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan yang terus berlarut-larut tersebut tanpa ada solusi. Apalagi terdengar kabar Tempe akan didaftarkan sebagai warisan kuliner budaya di UNESCO oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (bro)

Tags: harga kedelai melambungKedelaipengrajin tahu-tempe menjerit

Berita Terkait.

Wamenkop
Ekonomi

Jaga Keberlangsungan Koperasi, Wamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:22
Pekan-Olahraga
Ekonomi

Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:02
Durian
Ekonomi

Tembus Pasar Internasional: Ekspor Raya 459 Ton Durian Beku dari Palu ke Tiongkok

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:31
Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
Ekonomi

Peringati Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11
LeapMotor
Ekonomi

Catatkan Penjualan 71.387 Unit pada April 2026, Leapmotor Perkuat Posisi Nomor 1 Startup NEV

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:25
Tugu
Ekonomi

Tugu Insurance Tampil Resilien di Awal 2026, Ini Kuncinya

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:44

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.