• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu-Tempe Menjerit

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 1 Juni 2021 - 19:41
in Ekonomi
Kedelai. Foto: Pixabay

Kedelai. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah pengrajin usaha tempe dan tahu kembali mengeluhkan kenaikan harga kedelai secara drastis sehingga harus memutar otak mengurangi jumlah produksinya di tengah masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

“Setengah mati orang sekarang cari kedelai, mahal sekali. Harganya sampai Rp11.300 per kilogram sekarang. Kenaikannya habis Lebaran,” ungkap pengrajin tempe-tahu, Harun Wibisana, di pabriknya, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan seperti dilansir Antara, Selasa (1/6/2021).

BacaJuga:

PNM Dorong Anak Nasabah Naik Kelas Lewat Kompetisi Bisnis MEA 2026

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Ia menuturkan, harga kedelai sebelum pandemi dilepas pemasok antara Rp7.000-Rp7.500 per kilogram. Namun, sejak merebaknya virus corona, harga kedelai terus mengalami kenaikan hingga saat ini antara Rp2.000-Rp3.800 per kilogram.

Selain itu, pihaknyaa mulai curiga kenaikkan harga kedelai tidak dibarengi dengan pengendalian serta pengawasan pemerintah sejak awal 2021. Dampaknya, stok bahan kedelai terus berkurang, disisi lain permintaan terus meningkat.

“Saya tidak tahu (penyebab harga naik), cuma dia bilang (pemasok) kepada saya, pesanan untuk stoknya kurang,” bebernya.

Ditanyakan selama ini bahan baku kedelai diperoleh dari mana, kata dia, diimpor dari luar negeri, sebab untuk stok kedelai lokal di Indonesia jumlahnya sangat terbatas untuk memenuhi permintaan.

Harun mengemukakan, untuk mensiasati itu, pihaknya tentu mengurangi produksi dan menaikkan harga sesuai dengan biaya produksi agar bisa mendapatkan keuntungan sebagai pembuat tempe dan tahu.

Harga untuk satu cetakan talang tempe dan tahu, kata dia sebelum pandemi Rp35 ribu per talang dengan jumlah produksi sebanyak seratusan buah, disesuaikan harga kedelai. Tetapi seiring dengan naiknya harga kedelai, tentu mengikuti harga pasar.

“Mau tidak mau harga ikut naik. Sekarang sudah Rp43 ribu per cetakan talang, sebelumnya Rp40 ribu per talang di kondisi pandemi. Kami hanya melayani pembeli yang mau dibikinkan, kalau tidak mau, tidak dibikinkan, sesuai permintaan saja,” ucap dia.

Dengan kenaikan harga kedelai impor ditambah stoknya berkurang, lanjut Harun, maka produksi ikut menurun. Belum lagi stok kedelai lokal sangat jarang ditemukan, kalaupun ada kualitasnya tidak sebagus kedelai impor. Selain itu, tidak semua daerah memiliki distributor langsung.

Imbas dari kenaikan itu, tambah dia, juga mulai terasa, beberapa pengrajin tahu dan tempe mulai menutup pabriknya karena sudah tidak berimbang biaya produksi dan ketersediaan bahan baku dengan keuntungan.

“Setengah mati usaha kalau begini terus. Kalau pun terpaksa tutup kita mau makan apa juga, makanya harga dinaikkan. Harga kedelai saat ini juga sangat menyusahkan kita,” ucapnya lirih.

Para pengrajin tempe dan tahu dikawasan itu berharap, pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan yang terus berlarut-larut tersebut tanpa ada solusi. Apalagi terdengar kabar Tempe akan didaftarkan sebagai warisan kuliner budaya di UNESCO oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. (bro)

Tags: harga kedelai melambungKedelaipengrajin tahu-tempe menjerit

Berita Terkait.

pnm
Ekonomi

PNM Dorong Anak Nasabah Naik Kelas Lewat Kompetisi Bisnis MEA 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:21
Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot
Ekonomi

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:43
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Jambore Kumitra 2026 Hadir di Kalsel, Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:36
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Elnusa dan PHR Garap Survei Seismik 688,5 Km, Bidik Potensi Migas Lampung–Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26
Ekspor
Ekonomi

Ekspor Indonesia Tembus USD 193,64 Miliar, Kemendag Genjot Produk Lokal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:08

OLAHRAGA

amin
Olahraga

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Editor Ali Rachman
Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06

INDOPOSCO.ID - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin, mendorong pemerintah memberikan penghargaan, bonus, dan pembinaan berkelanjutan kepada atlet paralimpik...

SelengkapnyaDetails
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36
Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4657 shares
    Share 1863 Tweet 1164
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1202 shares
    Share 481 Tweet 301
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.