• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Kurangi Produksi

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 30 Mei 2021 - 18:33
in Ekonomi
Seorang perajin tahu saat proses produksi di Dukuh Bukurireng Desa Bendan Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali, Minggu (30/5/2021). Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto

Seorang perajin tahu saat proses produksi di Dukuh Bukurireng Desa Bendan Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali, Minggu (30/5/2021). Foto: Antara/Bambang Dwi Marwoto

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah perajin tahu di Dukuh Bukurireng Desa Bendan Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali banyak yang mengeluh karena tingginya harga bahan baku kedelai di pasaran sehingga dampaknya mengurangi produksi.

Seorang perajin tahu Tanto (56) di Desa Benden, Banyudono, Boyolali, Minggu (30/5/2021), mengatakan, harga kedelai di pasar Boyolali kini masih tinggi yakni dijual hingga Rp11.000 per kilogram atau naik Rp1.000/kg, sehingga banyak pengusaha tahu yang menurunkan produksinya.

BacaJuga:

PNM Dorong Anak Nasabah Naik Kelas Lewat Kompetisi Bisnis MEA 2026

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Tanto menjelaskan, harga kedelai di Boyolali jelang Lebaran awalnya dijual Rp9.000/kg kemudian naik menjadi Rp10.000/kg dan kini naik lagi menjadi Rp11.000/kg. Perajin tahu banyak yang khawatir dengan tingginya harga kedelai usahanya bisa gulung tikar.

Padahal, kata Tanto, dari usaha tahu yang ditekuni sudah puluhan tahun tersebut menjadi harapan utama ekonomi keluarganya.

Oleh karena itu, untuk menyiasati tingginya harga bahan baku tersebut terpaksa menaikkan harga jual tahu. Harga tahu semula dijual Rp40.000 per cetak kini dinaikan menjadi Rp45.000 per cetak. Setiap cetak tahu bisa dipotong-potong menjadi 200 biji.

Dia menjelaskan, dengan tinggi harga bahan baku tersebut terpaksa mengurangi produksinya. Pihaknya sebelumnya mampu mengolah bahan baku kedelai rata-rata sebanyak 75 kg per hari, tetapi kini dikurangi hanya 50 kg per hari atau menurun sekitar 33,33 persen.

“Saya menurunkan produksi tahu karena juga berdampak turunnya permintaan pasar baik pembeli maupun para pedagang,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, hal ini, diperparah dengan kenaikan harga minyak goreng curah di pasar yang semula dijual Rp190.000/jerigen isi 17 kg menjadi Rp250.000/jerigen isi 17 kg. Minyak goreng ini, untuk jenis tahu goreng yang dijual di pasar-pasar.

Hal tersebut sama yang dirasakan oleh perajin tahu lainnya, Gono (50), warga Desa Bendan Banyudono Boyolali. Gono menjelaskan jika harga bahan baku kedelai dan minyak goreng tidak segera turun, maka pihaknya akan menurunkan produksi tahu.

“Kami dengan harga bahan baku tinggi ini, keuntungnya sangat mepet. Saya berharap harga kedelai segera turun sehingga produksi tahu tidak terganggu,” kata Gono seperti dilansir Antara.

Darmastuti (45), salah satu pedagang tahu di Boyolali mengatakan dirinya beberapa hari ini telah mengurangi dagangan tahu karena produksi tempat usaha tahu juga berkurang.

Menurut Darmastuti, saat kondisi normal biasanya mampu menjual tahu rata-rata sebanyak 10 cetak/hari atau sebanyak 2.000 biji. Namun, harga tahu naik, penjualan dagangannya dikurangi hanya 5 hingga 6 cetak/hari atau sekitar 1.000 biji hingga 1.200 per hari.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali Joko Suhartono soal ketersediaan pangan komoditas kedelai di Boyolali mengakui produksi memang belum mampu memenuhi kebutuhan. Usaha perajin tahu dan tempe di Boyolali selama ini, masih mengandalkan bahan baku kedelai impor.

Harga kedelai impor di pasar Boyolali saat ini, memang berkisaran Rp10.000/kg hingga Rp11.000/kg, sedangkan jika kondisi normal dijual sekitar Rp8.000/kg. Kebutuhan kedelai di Boyolali, hingga Mei tahun ini, mencapai 8.351 ton. (bro)

Tags: harga kedelai naikKabupaten BoyolaliKedelai

Berita Terkait.

pnm
Ekonomi

PNM Dorong Anak Nasabah Naik Kelas Lewat Kompetisi Bisnis MEA 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:21
Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot
Ekonomi

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:43
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Jambore Kumitra 2026 Hadir di Kalsel, Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:36
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Elnusa dan PHR Garap Survei Seismik 688,5 Km, Bidik Potensi Migas Lampung–Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26
Ekspor
Ekonomi

Ekspor Indonesia Tembus USD 193,64 Miliar, Kemendag Genjot Produk Lokal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:08

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4348 shares
    Share 1739 Tweet 1087
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.