• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pasifik Bersiap Pertunjukan ‘Super Blood Moon’

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 26 Mei 2021 - 17:04
in Internasional
indoposco

Dokumentasi - Bulan purnama terang memerah dan besar saat fajar jelang terjadi gerhana bulan dan fenomena Supermoon terlihat diatas langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (21/1/2019). ANTARA FOTO/Rahmad/hp/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para pengamat bintang di Lingkar Pasifik dapat mengarahkan pandangan mereka ke langit pada Rabu malam dan melihat fenomena gerhana bulan total atau “super blood moon” yang langka.

Melansir AFP dari France24 seperti dikutip Antara, Rabu (26/5/2021), gerhana bulan total pertama dalam dua tahun terjadi pada waktu yang sama saat bulan paling dekat dengan bumi, yang menurut para astronom akan menjadi pertunjukan sekali dalam satu dekade.

BacaJuga:

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Tolak “Project Freedom” Trump, Iran: Selat Hormuz Bukan Milik AS!

“Project Freedom” Trump: Dalih Kemanusiaan atau Langkah Militeristik AS di Selat Hormuz?

Jika langit cerah, siapa pun yang tinggal di antara Australia dan Amerika Serikat bagian tengah akan dapat melihat bulan berwarna oranye-merah yang sangat besar.

Acara utama akan berlangsung antara 1111-1125 GMT – larut malam di Sydney dan menjelang fajar di Los Angeles – saat bulan akan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi.

Bulan akan menjadi gelap dan berubah menjadi merah — akibat sinar matahari yang membiaskan tepi bumi ke permukaan bulan — berjemur di bawah sinar matahari terbit atau terbenam.

Berbeda dengan gerhana matahari, fenomena tersebut akan terlihat aman dengan mata telanjang.

Gerhana ini akan berbeda karena terjadi selama “bulan super”, ketika bulan hanya berjarak 360.000 kilometer (225.000 mil) dari bumi.

Pada titik itu, ia bisa tampak 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar daripada titik terjauh, perbedaannya sekitar 50.000 kilometer (30.000 mil).

“Minatnya tinggi,” kata kurator astronomi Andrew Jacobs di Observatorium Sydney. “Saya mengharapkan malam yang cerah,” tambah dia.

Bagi mereka yang ingin melihat acara secara langsung, Jacobs memperkirakan pemandangan terbaik adalah di Australia, Selandia Baru, sebagian besar Pasifik, dan Papua Nugini.

“Orang Amerika melihatnya di pagi hari, tetapi mereka belum tentu melihat semua bagian gerhana,” kata dia.

Menurut Bill Cooke dari NASA, orang-orang di Hawaii dan Kepulauan Aleut akan melihat keseluruhan gerhana ini.

Gerhana bulan tidak selalu diantisipasi dengan hangat sepanjang sejarah. Dalam banyak budaya, gerhana bulan dan matahari dipandang sebagai pertanda malapetaka.

Suku Inca percaya bahwa gerhana bulan terjadi ketika seekor jaguar memakan bulan. Beberapa kelompok Aborigin Australia percaya itu menandakan seseorang dalam perjalanan telah terluka atau terbunuh.

Dalam “King Lear” William Shakespeare memperingatkan, “gerhana matahari dan bulan menandakan tidak baik bagi kita”.

Namun sejauh ini tidak ada konsekuensi apokaliptik yang tercatat dari pertunjukan angkasa ini dan dengan asumsi semuanya berjalan dengan baik pada hari Rabu, Super Blood Moon berikutnya diharapkan berlangsung pada tahun 2033. (bro)

Tags: Gerhana BulanGerhana Bulan TotalLingkar Pasifik

Berita Terkait.

Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Internasional

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Senin, 4 Mei 2026 - 23:22
Petugas
Internasional

Tolak “Project Freedom” Trump, Iran: Selat Hormuz Bukan Milik AS!

Senin, 4 Mei 2026 - 16:06
trump
Internasional

“Project Freedom” Trump: Dalih Kemanusiaan atau Langkah Militeristik AS di Selat Hormuz?

Senin, 4 Mei 2026 - 13:13
kapal
Internasional

Lolos Blokade AS, 2 Tanker Iran Masuki Perairan Indonesia

Senin, 4 Mei 2026 - 12:42
Business Gathering di Montreal Harapkan Ratifikasi ICA-CEPA
Internasional

Business Gathering di Montreal Harapkan Ratifikasi ICA-CEPA

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:06
kapal
Internasional

Hancurkan Misi Kemanusiaan, Israel Bajak Armada Global Sumud dan Tahan 2 Aktivis

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:11

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3669 shares
    Share 1468 Tweet 917
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.