• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

BPK Ingatkan Pemda-Pemda Jangan Hanya Fokus Kejar Penyerapan Anggaran

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 21 Mei 2021 - 10:41
in Nusantara
Anggota BPK RI Prof Harry Azhar Azis di podium saat silaturahmi bersama keluarga besar Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Provinsi Kalbar di kediaman dinas Wali Kota Pontianak di Pontianak, Kamis (20/5/2021) malam. Foto: Antara

Anggota BPK RI Prof Harry Azhar Azis di podium saat silaturahmi bersama keluarga besar Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Provinsi Kalbar di kediaman dinas Wali Kota Pontianak di Pontianak, Kamis (20/5/2021) malam. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) dalam menggunakan anggaran tidak hanya mengejar angka serapan namun memanfaatkannya untuk kesejahteraan salah satunya dengan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Salah satu yang menjadi kepedulian saya dalam mendorong peningkatan IPM adalah di bidang pendidikan,” kata Harry Azhar Azis seperti dikutip Antara saat bersilaturahmi bersama keluarga besar Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Provinsi Kalbar di rumah dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (20/5/2021) malam.

BacaJuga:

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI ini mengaku berasal dari keluarga tidak mampu namun dengan bersekolah dan menempuh pendidikan tinggi maka ia dapat mencapai posisi seperti saat sekarang. “Karena pengaruh pendidikan di IPM ini, bersifat jangka pendek dan jangka panjang,” kata Harry.

Ia pun mendorong kepala daerah untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi siswa atau siswi terutama dari kalangan tidak mampu yang berprestasi agar menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

“Misalnya menganggarkan Rp5 miliar sampai Rp10 miliar di luar alokasi yang sudah ada,” ujar dia.

Ia tidak memungkiri selama ini yang menjadi salah satu penilaian terhadap anggaran daerah adalah tingkat serapan. “Bukan melihat manfaat dari anggaran tersebut untuk kesejahteraan daerah,” kata dia.

Untuk itu, ia saat menjadi Ketua Badan Anggaran DPR RI dirinya mendorong perbaikan konsideran anggaran sehingga baik pemerintah pusat dan daerah mempunyai “tools” yang kuat dalam menyusun baik melalui anggaran itu maupun kebijakan. Penilaian IPM sebuah daerah terdapat tiga indikator utama, yaitu kesehatan, tingkat pendidikan dan ekonomi.

Sementara Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, anggaran daerah Kota Pontianak pemanfaatannya salah satunya dengan fokus ke infrastruktur yang dapat mendongkrak ekonomi lokal.

“Karena Kota Pontianak tidak ada sumber daya alam seperti tambang dan perkebunan, maka fokus anggaran untuk kegiatan yang dapat mendongkrak ekonomi lokal,” ujar Edi Rusdi Kamtono yang juga Wakil Ketua Dewan Penasehat MW KAHMI Provinsi Kalbar.

Ia mencontohkan pembangunan waterfront di Kota Pontianak yang terus dilanjutkan sehingga dapat mendorong UMKM untuk memanfaatkan kawasan wisata tersebut.

Ia mengakui, pandemi Covid-19 membuat sejumlah indikator kesejahteraan di Kota Pontianak mengalami penurunan. Misalnya kenaikan angka pengangguran terbuka yang kini berada di kisaran 12 persen dari total jumlah penduduk meski angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,6 persen menjadi 4,2 persen. (wib)

Tags: BPKHarry Azhar Azis

Berita Terkait.

bc3
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Industri Rokok Legal di Jatim, Fokus Kepatuhan dan Daya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 14:04
bc2
Nusantara

Kunjungi Kejaksaan, Bea Cukai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Bidang Kepabeanan dan Cukai

Rabu, 8 April 2026 - 12:22
bc
Nusantara

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Rabu, 8 April 2026 - 11:32
dd
Nusantara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Rabu, 8 April 2026 - 09:09
Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.