• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Perjuangan Kontestan Miss Universe 2020 asal Myanmar

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 17 Mei 2021 - 00:00
in Gaya Hidup
Kontestan Miss Universe 2020 asal Myanmar, Ma Thuzar Wint Lwin. Foto: Antara/Instagram @thuzar_wintlwin

Kontestan Miss Universe 2020 asal Myanmar, Ma Thuzar Wint Lwin. Foto: Antara/Instagram @thuzar_wintlwin

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ma Thuzar Wint Lwin, kontestan Miss Universe 2020 asal Myanmar mencuri perhatian dunia lantaran dalam babak National Costume ia memperagakan busana tradisionalnya sambil membawa sebuah pesan bertuliskan “Berdoa untuk Myanmar”.

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Ma Thuzar Wint Lwin berharap bisa menggunakan platform internasionalnya sebagai kontestan untuk mengkritik kudeta militer negara yang terjadi di negaranya dan mendukung gerakan pro-demokrasi.

BacaJuga:

IDEC 2027 Bidik 7 Ribu Pengunjung, Dorong Indonesia Jadi Pusat Wisata Kesehatan Gigi

Metranet dan Jayantara Hadirkan Lima Solusi Digital, Transformasi Pendidikan Makin Terintegrasi

Metranet Perkuat Akurasi Legislasi DPR RI Lewat Integrasi Big Data dan AI

Ma Thuzar Wint Lwin mengatakan serangan militer yang terjadi di Myanmar telah membuat warganya hidup dalam ketakutan setiap saat. “Para tentara berpatroli di kota setiap hari dan kadang-kadang mereka membuat penghalang jalan untuk mengganggu orang-orang yang datang,” kata Ma Thuzar Wint Lwin, yang juga dikenal dengan nama Candy demikian dikutip The New York Times pada Minggu (16/5/2021).

“Dalam beberapa kasus, mereka menembak tanpa ragu-ragu. Kami takut pada tentara kami sendiri. Setiap kali kami melihatnya, yang kami rasakan hanyalah kemarahan dan ketakutan,” imbuh Ma Thuzar Wint Lwin.

Pada minggu-minggu awal gerakan protes, Ma Thuzar Wint Lwin bergabung dengan para demonstran, di mana ia memegang sebuah karton bertuliskan, “Kami tidak menginginkan pemerintahan militer,” dan menyerukan pembebasan pemimpin sipil negara itu, Daw Aung San Suu Kyi yang menjadi tahanan rumah sejak kudeta.

Ia juga membagikan botol air kepada pengunjuk rasa di Yangon, kota terbesar Myanmar, dan menyumbangkan tabungannya kepada keluarga yang orang-orang terkasihnya terbunuh.

Ma Thuzar Wint Lin juga menyatakan penentangannya terhadap junta melalui Facebook dengan mengunggah foto hitam-putih dirinya yang ditutup matanya dengan selotip di mulutnya dan tangannya diikat.

Setiap malam di televisi, militer mengumumkan surat perintah penangkapan baru untuk selebriti dan orang lain yang mengkritik rezim. Beberapa dari mereka yang disebutkan adalah orang-orang yang dikenal Ma Thuzar Wint Lwin.

Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, ia mengamati dengan cemas untuk melihat apakah namanya masuk dalam daftar buronan militer. Ia melihat laporan tentang orang-orang terkenal yang ditahan ketika mereka mencoba meninggalkan negara itu, jadi ia memutuskan untuk mengenakan hoodie dan kacamata agar tidak dikenali di bandara Yangon. “Saya harus melewati imigrasi dan saya sangat takut,” ujar Ma Thuzar Wint Lwin dilansir Antara.

Dalam mengkritik junta dari luar negaranya, Miss Universe Myanmar tidak sendirian. U Win Htet Oo, salah satu perenang terbaik negara itu, mengatakan dari Australia bahwa ia melepaskan mimpinya untuk pergi ke Olimpiade dan tidak akan bersaing di bawah bendera Myanmar sampai pemimpin rezim, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, disingkirkan dari kekuasaan.

Selain itu, petarung seni bela diri campuran U Aung La Nsang, seorang warga negara Amerika dan salah satu atlet paling terkenal di Myanmar, telah mendesak Presiden Joe Biden untuk membantu mengakhiri penderitaan rakyat Myanmar.

Ma Thuzar Wint Lwin mengatakan ia percaya bahwa tidak akan aman baginya untuk kembali ke Myanmar setelah berbicara menentang rezim. Kini ia tidak tahu ke mana akan pergi setelah kontes berakhir.

Jurusan Bahasa Inggris di East Yangon University ini mengenal gerakan pro-demokrasi sejak kecil. Ia dibesarkan di keluarga kelas menengah, di mana ayahnya seorang pengusaha dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang tidak berani membicarakan pemerintahan militer yang sedang berkuasa.

Salah satu kenangan awalnya adalah berjalan dengan ibunya di dekat Pagoda Sule di pusat kota Yangon pada tahun 2007, ketika para biksu memimpin protes nasional menentang kekuasaan militer. Ia berusia 7 tahun.

Saat mereka mendekati pagoda, tentara membubarkan protes dengan menembakkan senjata mereka ke udara. Orang-orang mulai berlari. Ia dan ibunya juga ikut lari. “Kami sangat takut. Kami pergi ke rumah orang asing dan kami bersembunyi,” tandas Ma Thuzar Wint Lwin.

Tak lama kemudian, militer menumpas gerakan protes tersebut dengan menembak puluhan orang. Tetapi pada 2011, militer mulai berbagi kekuasaan dengan para pemimpin sipil dan membuka negara, memungkinkan ponsel dan akses internet yang terjangkau masuk.

Ma Thuzar Wint Lwin adalah bagian dari generasi pertama di Myanmar yang tumbuh terhubung sepenuhnya dengan dunia luar dan bagi mereka masyarakat bebas tampak normal. Pada 2015, negara ini pejabat dipilih secara demokratis untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad. “Kami telah hidup dalam kebebasan selama lima tahun. Jangan bawa kami kembali. Kami tahu semua tentang dunia. Kami memiliki internet,” ujarnya.

Ma Thuzar Wint Lwin mulai menjadi model ketika masih di sekolah menengah dan setelah ayahnya pensiun, membantu menghidupi keluarga. Ia adalah salah satu kontestan Myanmar yang jumlahnya tidak sampai selusin yang pernah berkompetisi dalam Miss Universe.

Selama periode 1962 hingga 2011, ketika Tatmadaw (angkatan tentara Myanmar) pertama kali berkuasa, Myanmar sama sekali tidak mengirimkan kontestan.

Ketika Ma Thuzar Wint Lwin tiba di Florida pada 7 Mei, ia diberitahu bahwa koper dengan pakaiannya untuk kompetisi telah hilang dari maskapai penerbangan. Sebagian besar kontestan sudah datang dan sibuk berlatih, membuat video dan melakukan pemotretan.

Seiring berlalunya waktu, tasnya masih belum tiba, tetapi penyelenggara kontes membantunya mencarikan gaun, dan kontestan lain meminjamkan pakaiannya.

Kostum nasionalnya termasuk di antara barang-barang yang hilang. Orang-orang dari Myanmar yang tinggal di Amerika Serikat memberinya pengganti yang menakjubkan dari etnis Chin. Ia memakainya pada hari Kamis (13/5) dan mendapat tepuk tangan dari banyak orang.

Segera setelah mendarat di Florida, ia mengunggah video otobiografi di Facebook yang tidak biasa untuk setiap kontestan kontes kecantikan. Video ini menunjukkan ia mengenakan gaun formal bercampur dengan adegan orang-orang yang melarikan diri dari gas air mata dan seorang tentara menembak seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

“Myanmar layak mendapatkan demokrasi. Kami akan terus berjuang dan saya juga berharap komunitas internasional akan memberi kami bantuan yang sangat kami butuhkan,” kata Ma Thuzar Wint Lwin dalam video tersebut. (aro)

Tags: junta militerkonflikMyanmar

Berita Terkait.

idec
Gaya Hidup

IDEC 2027 Bidik 7 Ribu Pengunjung, Dorong Indonesia Jadi Pusat Wisata Kesehatan Gigi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:02
metranet2
Gaya Hidup

Metranet dan Jayantara Hadirkan Lima Solusi Digital, Transformasi Pendidikan Makin Terintegrasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:18
metranet
Gaya Hidup

Metranet Perkuat Akurasi Legislasi DPR RI Lewat Integrasi Big Data dan AI

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:07
Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot
Gaya Hidup

Jawab Kebutuhan Rumah Tangga, Pemurni Air Ini Raih Penghargaan Homedec 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:04
Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik
Gaya Hidup

Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:03
asian
Gaya Hidup

theAsianparent Awards 2026 Umumkan Produk Ibu dan Anak Pilihan Keluarga Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:25

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4192 shares
    Share 1677 Tweet 1048
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    926 shares
    Share 370 Tweet 232
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.