• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Emas Naik Didukung Penurunan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 15 Mei 2021 - 11:45
in Ekonomi
indoposco

Dokumentasi. Batangan emas di pabrik pemisahan emas dan perak di Wina, Austria. Foto: Antara/Reuters/Leonhard Foeger

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas memperpanjang kenaikannya untuk hari kedua beruntun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung oleh penurunan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) setelah data menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga terhenti pada April.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 14,1 dolar AS atau 0,77 persen menjadi ditutup pada 1.838,10 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (13/5/2021), emas berjangka menguat 1,2 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.824,00 dolar AS.

BacaJuga:

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Emas berjangka anjlok 13,3 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 1.822,8 dolar AS pada Rabu (12/5/2021), setelah turun 1,5 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.836,10 dolar AS pada Selasa (11/5/2021), dan terangkat 6,3 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.837,60 dolar AS pada Senin (10/5/2021).

Dolar dan imbal hasil riil “perlu tetap mendukung emas untuk naik dalam waktu dekat,” kata Suki Cooper, seorang analis di Standard Chartered.

“Kecuali koreksi jangka pendek, Fed yang dovish dan ekspektasi inflasi yang meningkat kemungkinan akan menjaga risiko harga emas cenderung meningkat selama tahun ini,” sambungnya, dikutip dari Antara.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun, mendukung daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya juga merosot 0,4 persen, membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

“Data mengecewakan (penjualan ritel) juga membuka pintu bagi harga emas untuk menembus rintangan berikutnya di sekitar 1.850 dolar AS per ounce,” tambah Cooper.

Departemen Perdagangan AS melaporkan, penjualan ritel AS pada dasarnya tidak berubah pada April, menyusul kenaikan 10,7 persen yang direvisi pada Maret dan juga lebih buruk dari yang diperkirakan.

Data ekonomi utama AS lainnya pekan ini menunjukkan kenaikan harga konsumen yang lebih besar dari perkiraan dan penurunan klaim pengangguran mingguan ke level terendah 14 bulan, meningkatkan kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Namun, para pejabat Federal Reserve telah bersikukuh bahwa mereka memperkirakan setiap kenaikan inflasi akan berumur pendek, sementara berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai ekonomi mencapai lapangan kerja penuh.

“The Fed tidak akan menghentikan pemulihan ekonomi dengan menaikkan suku bunga,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.

“Ada terlalu banyak risiko yang terlibat untuk memulai pengurangan atau menaikkan suku bunga secara agresif karena tidak cukup kekuatan yang mendasari perekonomian,” tambahnya.

“Kami memiliki masalah global, dan terutama dengan ketidakpastian di tempat-tempat seperti Brasil dan India,” katanya, mengacu pada kedua negara yang sekarang melaporkan jumlah tertinggi infeksi dan kematian Covid-19 harian.

Penghitungan total infeksi virus corona di India naik melampaui 24 juta pada Jumat (14/5/2021), dengan pembatasan yang meluas juga berdampak pada permintaan emas fisik.

Logam mulia lainnya, p​​​​​​erak untuk pengiriman Juli naik 30,6 sen atau 1,13 persen menjadi ditutup pada 27,365 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 16,3 dolar AS atau 1,35 persen menjadi ditutup pada 1.222,8 dolar AS per ounce. (arm)

Tags: harga emasobligasi

Berita Terkait.

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat
Ekonomi

APKASINDO Buka Akses Data Harga Sawit, Posisi Tawar Petani Kian Menguat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:35
Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi
Ekonomi

Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:32
Andra-Soni
Ekonomi

Di Bawah Kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Bank Banten Tumbuh Melesat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:23
UMKM
Ekonomi

Kementerian UMKM Hadirkan Peluang Baru bagi Pengusaha Kopi Terdampak Bencana di ICX 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:41
X-Force
Ekonomi

Mitsubishi New Xforce: Bahan Bakar Efisien, Tampilan Modern dan Menawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:40
Fronx
Ekonomi

Tak Sekadar Tampil Sporty, Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Kini Punya Fitur DVR

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:25

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2092 shares
    Share 837 Tweet 523
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.