• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gubernur Jateng: Jangan Sampai Indonesia seperti India

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 28 April 2021 - 22:57
in Nasional
indoposco

Ilustrasi. Foto: Tribrata News Polri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengingatkan agar jangan sampai Indonesia mengikuti lonjakan kasus Covid-19 seperti di India, akibat dari momentum mudik hari raya Idulfitri 1442 Hijriah tahun 2021.

Di India kurva kasus Covid-19 dan jumlah kematian terus meroket akibat dua kejadian, yakni kegiatan keagamaan dan kegiatan politik. Sedangkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini sudah bagus. Kurva kasus mengalami penurunan. Bahkan, Ganjar mengibaratkan kasus Covid-19 di Indonesia sudah mendekati garis finish.

BacaJuga:

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

“Garis finish sudah kelihatan di depan. Jika kita lengah dan tidak disiplin, kita akan balik lagi. Bukan ke arah finish, melainkan ke arah penyesalan,” ujarnya pada Webinar yang digelar Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kominfo, Rabu (28/4/2021).

Ia mengatakan, sebenarnya tidak masalah tidak mudik pada hari raya selama dua tahun. Karena bertemu dengan orang tua atau keluarga dapat dilakukan bukan hanya pada konteks mudik hari raya.

“Kalau konteksnya mudik hari raya, maka beramai-ramai pulang ke kampung menjelang lebaran. Ada jutaan orang akan pulang. Ini masih pandemi, loh,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Komisaris Besar Polisi Rudi Anariksawan mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi masyarakat yang akan mudik pada hari raya Idulfitri tahun ini dengan pencegatan, baik dijalur jalan tol, jalan arteri, maupun jalan alternatif.

“Kami juga mencegat selama 24 jam di jalan-jalan tikus,” sebutnya.

Bahkan, pencegatan bukan hanya bagi kendaraan roda empat, melainkan juga kendaraan roda dua. Masyarakat yang kedapatan mudik akan diputar balikkan untuk kembali ke asal. Belajar dari hari raya tahun lalu, jika pemudik lolos di pos pencegatan pertama, maka tidak akan lolos di pos pencegatan selanjutnya.

Ketua Bidang Data dan Informasi dan Teknologi Satuan Tugas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada korelasi kuat antara mobilitas dan libur panjang dengan peningkatan kasus aktif Covid-19. Pelaksanaan libur panjang mengakibatkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, dengan adanya libur panjang, maka kenaikan kasus Covid-19 terjadi pada 10-14 hari setelah libur panjang.

“Dampak kenaikan kasus terlihat minimal selama 3 pekan, setelah libur panjang. Perkembangan angka kematian cenderung mengikuti jumlah penambahan kasus, semakin tinggi penambahan jumlah kasus maka akan berisiko meningkatkan jumlah kematian,” pungkasnya. (arm)

Tags: covid-19Ganjar PranowoLarangan Mudikmudik dilarangMudik Lebaranpemprov jateng

Berita Terkait.

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”
Nasional

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:45
Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional
Nasional

Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:31
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan
Nasional

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:45
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:01
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:01
AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026
Nasional

Kapolri Kawal Ketat Mudik 2026, Fatalitas Kecelakaan Turun 30,41 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1133 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.