• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Double Catat, 716 Ponpes Terancam Tidak Dapat Bantuan Dana Hibah 2021

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 20 April 2021 - 20:07
in Nusantara
Ilustrasi. Foto: Safar/INDOPOSCO.ID

Ilustrasi. Foto: Safar/INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto mengungkapkan terdapat 716 Pondok Pesantren (Ponpes) yang terancam tidak akan mendapatkan bantuan dana hibah pada tahun anggaran 2021.

Pasalnya, setelah dilakukan pemeriksaan administrasi tahap pertama, terdapat 512 Ponpes yang double catat dan 216 yang belum memiliki izin operasional.

BacaJuga:

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Hal itu diungkapkan usai menghadiri rapat paripurna penyampaian pandangan Panitia Khusus (Pansus) ihwal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Selasa (20/4/2021).

“Semua kita verifikasi saja data yang masuk. Itu juga ada beberapa dari 4042 itu sudah kita lihat 716, yang dilihat 512 yang double catat. Jadi kita nggak akan mencairkan 512 itu. Namanya Pokja, dibawahnya Pokja lagi sama. Dari 216 itu tidak memiliki izin operasional, total 716. Bisa dikatakan itu yang tidak akan kita terima untuk verifikasi administrasi pertama,” katanya.

Ia mengaku akan melakukan verifikasi faktual untuk mengantisipasi adanya Ponpes fiktif. Setiap pesantren akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen di lapangan.

“Berikutnya kita akan cek kembali verifikasi faktual ke lapangan itu yang akan kita penuhi. Mudah-mudahan di triwulan kedua bisa diselesaikan. Ini teman-teman sudah jalan semua untuk menentukan titik lokasinya, betul nggak ini di sini pesantrennya, betul nggak di sini ada izin operasionalnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan hibah dilakukan secara online melalui E-Hibah. Semua keterangan kejelasan Ponpes akan diperiksa ulang secara faktual. Hingga kini, dana hibah untuk Ponpes belum disalurkan. Sebab, pihaknya menunggu kepastian verifikasi faktual dari pesantren. Penyaluran dana ditransfer langsung ke rekening Ponpes. Sehingga, tidak ada lagi kasus pesantren fiktif atau kasus pemotongan.

“Yang kami terima 2020 itu sudah masuk pada kami, berdasarkan daftar dari E-Hibah, elektronik langsung masuk. Dari situ kita semua keterangannya belum lengkap, belum menyampaikan data proposalnya. Mereka mencantumkan ini, ini, ininya, daftar fisiknya belum verifikasi,” jelasnya.

Perlu diketahui, Pemprov Banten mengalokasikan dana sebesar Rp161,680 miliar untuk bantuan pondok pesantren (Ponpes) pada APBD tahun anggaran 2021. Jumlah itu dibagi kepada 4.042 Ponpes di Banten dengan alokasi masing-masing Rp 40 juta. (son)

Foto: carikan ilustrasi dana hibah

Tags: Bantendana hibahpondok pesantren

Berita Terkait.

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia
Nusantara

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:05
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6257 shares
    Share 2503 Tweet 1564
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1672 shares
    Share 669 Tweet 418
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.