• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Gawat, Jepang Bakal Buang Air Radioaktif ke Samudra Pasifik

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 11 April 2021 - 02:51
in Internasional
indoposco

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi . Foto : wikimapia.org

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Jepang mungkin akan mengumumkan keputusan pembuangan air limbah radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh akibat bencana ke Samudra Pasifik paling cepat pada Selasa (13/4/2021). Demikian diungkapkan sejumlah sumber yang mengetahui persoalan itu pada Jumat (9/4/2021).

Sumber-sumber tersebut menuturkan bahwa pemerintah akan menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri terkait dan mengumumkan keputusan itu paling cepat pada Selasa mendatang untuk meresmikan rencana pembuangan air radioaktif yang telah terakumulasi di pembangkit listrik tersebut ke Samudra Pasifik.

BacaJuga:

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Selama diolah, air yang tercemar bahan radiasi itu disimpan dalam tangki-tangki di pembangkit listrik yang berlokasi di Jepang timur laut tersebut. Daya tampungnya diperkirakan akan mencapai batas tahun depan.

Sejumlah fungsi pendingin utama pada PLTN itu lumpuh usai dihantam gempa bumi besar yang memicu tsunami satu dekade lalu, yang mengakibatkan krisis nuklir terburuk sejak Chernobyl pada 1986.

Air yang tercemar itu mengandung bahan radioaktif tritium karena digunakan untuk mendinginkan bahan nuklir yang meleleh di PLTN di Prefektur Fukushima tersebut.

Industri perikanan Jepang telah menyuarakan penolakan keras terhadap rencana itu, yang kemungkinan dimulai sekitar dua tahun ke depan menurut Tokyo Electric Power Company Holdings Inc. (TEPCO), pihak operator PLTN tersebut, karena rencana itu dapat menyebabkan kerusakan lanjutan pada reputasi industri tersebut.

Menteri Perekonomian, Perdagangan, dan Perindustrian Jepang Hiroshi Kajiyama menuturkan bahwa sembari menangani kekhawatiran industri perikanan, pemerintah berharap dapat menjalin kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dan sejumlah organisasi global lainnya, sambil menjaga transparansi terkait isu tersebut seperti dilansir Xinhua melalui Antara.

Sejumlah negara dan kawasan terus menerapkan pembatasan terhadap produk pertanian dan perikanan Jepang sebagai buntut dari krisis Fukushima di tengah kekhawatiran lanjutan soal sisi keamanan produk.

Selain itu, beberapa negara tetangga Jepang menyampaikan kekhawatiran mereka terkait pembuangan air limbah radioaktif ke Samudra Pasifik. (aro)

Tags: Jepanglimbahnuklir

Berita Terkait.

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan
Internasional

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:05
Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital
Internasional

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:31
Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur
Internasional

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:01
aidi
Internasional

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:41
Esmail-Baghaei
Internasional

Iran Bantah Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai di Timur Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:05
Trump
Internasional

Trump Klaim Mojtaba Khamenei Setujui Kesepakatan Damai dengan AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:33

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5712 shares
    Share 2285 Tweet 1428
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    912 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.