• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Ini Saran IDI untuk Belajar Tatap Muka di Banten

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 26 Maret 2021 - 21:13
in Nusantara
Ketua IDI Banten Budi Suhendar. Foto: Son/indoposco.id

Ketua IDI Banten Budi Suhendar. Foto: Son/indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembelajaran belajar secara tatap muka terus diwacanakan. Pemerintah Pusat menargetkan pada Juli 2021 sekolah akan dibuka. Namun harus mempertimbangkan aspek kesehatan dengan menjalankan disiplin protokol kesehatan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perwakilan Banten Budi Suhendar mengatakan, idealnya secara ilmiah belajar tatap muka digelar setelah 80 persen masyarakat telah disuntik vaksin. Namun pihaknya tidak dapat memaksa jika pemerintah memiliki aspek pertimbangan lain.

BacaJuga:

Banjir Semarang: 1 Orang Meninggal, 1 Lansia Hilang Terseret Arus

Usai Viral Main Gim dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Tegaskan Hal Ini

7 Panduan Komnas HAM untuk Rehabilitasi Pascabencana Banjir Aceh

“Kalau dari sisi ilmiahnya tentunya akan lebih baik apabila vaksinasi sudah secara menyeluruh misalkan kita sudah 80 persen rakyat Indonesia tervaksinasi baru kita memulai tatap muka. Itu idelanya seperti itu,” katanya saat dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Untuk menjaga kesehatan di masa Pandemi Covid-19, yang paling penting adalah disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Kemudian, kesanggupan sekolah dalam menggelar belajar tatap muka harus diuji. Mulai dari prasarana dan tempat belajar siswa. Setelah itu, memberikan pemahaman kepada orangtua dalam menyiapkan anaknya menjalankan prokes.

“Selanjutnya, apabila ada indikasi sakit dari pada anak pada saat itu ataupun pendidik dan setiap orang yang ada di sekolah, itu baiknya jangan masuk. Karena kita masih pandemi. Begitu ada anak, pengajar siapa saja di sekolah itu memiliki gejala gejala covid, walaupun masuk kategori OTG, sebaiknya jangan masuk dulu,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah harus melihat perkembangan penyebaran Covid-19 untuk mengeluarkan kebijakan sekolah dibuka. Sebab sejauh ini, grafik penularan virus corona di Banten belum stabil atau masih turun naik.

Budi menyadi bahwa pendidikan sangat penting bagi kemajuan. Maka, IDI tidak keberatan belajar tatap muka digelar, dengan catatan zona daerah kuning dan data epidemologi penularan Covid-19 melandai.

“Kalau saat ini saya melihat grafik global masih naik turun, kemarin kita sempat turun, tapi sebagian balik lagi ke oranye. Nah artinya masih ada pergerakan. Untuk mempersiapkan itu, kami imbau semua pihak untuk memhami pentingnya aspek pencegahan, dalam upaya kita membuka tatap muka sekolah, baik dari masyarakat dan seluruh elmen,” ungkapnya.

Di sisi lain, IDI berharap pemerintah dapat maksimal dalam menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di keluarahan atau desa, gunu mekan angka terkonfirmasi positif. Mengingat, penularan virus corona pada anak mengalami peningkatan.

“Tapi terakhir saya lihat grafiknya masih ada peningkatan. Artinya anak-anak kita masih tertular covid dan bisa menularkan. Artinya faktor keluarga untuk melindingi anak menjadi penting. Jadi kita sebagai anggota keluarga wajib memberitahukan kepada anak, pentingnya pencegahan dengan penerapan 3M,” tukasnya. (son)

Tags: Bantencoronacovid19vaksinVaksinasi

Berita Terkait.

Banjir
Nusantara

Banjir Semarang: 1 Orang Meninggal, 1 Lansia Hilang Terseret Arus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:46
viral
Nusantara

Usai Viral Main Gim dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Tegaskan Hal Ini

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:16
tito
Nusantara

7 Panduan Komnas HAM untuk Rehabilitasi Pascabencana Banjir Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:20
Erupsi
Nusantara

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Picu Peringatan Siaga Siang Ini

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:29
Ular
Nusantara

Sempat Jadi Mainan, Ular Weling Gigit 2 Pemuda: 1 Meninggal, 1 Kritis

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:28
GT-Cikampek-Utama
Nusantara

Libur Panjang Picu Lonjakan Lalin, Arah Timur Jadi Titik Favorit

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:44

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1944 shares
    Share 778 Tweet 486
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1224 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.