• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Khawatir Biaya Stimulus AS, Wall Street Jatuh

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 24 Maret 2021 - 08:19
in Internasional
indoposco

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wall Street jatuh pada penutupan Selasa (Rabu, 24/3/2021 pagi WIB), karena investor terbebani kekhawatiran tentang biaya belanja infrastruktur dan potensi kenaikan pajak untuk membayar stimulus bantuan Presiden Joe Biden sebesar 1,9 triliun dolar AS.

Seperti dilaporkan Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 308,05 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 32.423,15 poin. Indeks S&P 500 berkurang 30,07 poin atau 0,76 persen, menjadi menetap di 3.910,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 149,85 poin atau 1,12 persen, menjadi berakhir di 13.227,70 poin.

BacaJuga:

Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap, Penyidik Telusuri Operasi Internasional

Israel Gempur Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material merosot 2,1 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor utilitas terangkat 1,52 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen bahwa ekonomi AS tetap dalam krisis dari pandemi saat ia memperjuangkan rencana kenaikan pajak mendatang untuk membayar investasi publik baru membuat investor waspada.

Yellen berbicara pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS di mana Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga berbicara kepada komite tersebut.

Pembicaraan tentang rencana infrastruktur pemerintah membuat bingung investor yang khawatir pasar saham diperdagangkan pada valuasi yang tinggi, kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey.

“Ada sedikit kekhawatiran untuk menghindari potensi aksi jual yang mungkin akan terjadi,” kata Meckler. “Perasaan apa pun yang mungkin terjadi menyebabkan orang menarik pelatuk dengan cukup cepat atas gerakan-gerakan turun ini.”

Saham telah diperdagangkan mendekati titik impas dalam perdagangan maju-mundur sebelum berbalik turun tajam sekitar 45 menit sebelum penutupan.

Powell mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa putaran kenaikan harga pascapandemi yang akan datang tidak akan memicu ledakan inflasi terus-menerus yang merusak. Kekhawatiran tersebut telah memicu kenaikan imbal hasil baru-baru ini dan menyebabkan saham-saham teknologi dijual.

Harga minyak yang merosot lebih dari tiga persen di tengah kekhawatiran bahwa pembatasan pandemi baru dan peluncuran vaksin yang lambat di Eropa akan memperlambat pemulihan permintaan, mendorong sektor energi lebih rendah.

Penurunan imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun dari tertinggi 14-bulan minggu lalu telah menurunkan kinerja yang lebih baik di sektor keuangan dan energi tahun ini.

Sebaliknya, saham-saham terkait teknologi yang baru-baru ini turun tajam karena kenaikan suku bunga telah pulih sedikit karena imbal hasil menurun, kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

“Banyak dari saham (teknologi) ini telah mengalami koreksi 10 persen hingga 20 persen dan suku bunga sedikit mundur,” kata Tuz. “Uang tampaknya masuk kembali ke mereka dan keluar dari kelompok yang berkinerja sangat baik selama tiga bulan terakhir, khususnya keuangan dan energi.”

Indeks acuan S&P 500 dan blue-chips Dow telah menguat sekitar 80 persen dari posisi terendah pandemi mereka tahun lalu, sementara Nasdaq yang padat teknologi nilainya telah naik lebih dari dua kali lipat.

Saham-saham berkapitalisasi kecil, yang telah berkinerja lebih baik tahun ini, bersama dengan saham keuangan, energi, dan internasional, jatuh 3,5 persen dalam penurunan satu hari terbesar sejak 25 Februari.

Saham GameStop Corp anjlok 6,5 persen menjelang hasil kuartal keempat perusahaan yang akan dirilis Selasa (23/3/2021). Pengecer videogame itu mengumumkan keluarnya chief customer officer-nya sebagai tanda terbaru dari perombakan yang lebih luas menjadi perusahaan e-commerce.

ViacomCBS Inc juga anjlok 9,1 persen setelah perusahaan media tersebut meluncurkan kesepakatan saham senilai tiga miliar dolar AS guna meningkatkan modal untuk investasi di streaming.

Saham penyedia penelusuran internet China Baidu Inc yang tercatat di AS melemah 1,7 persen setelah debutnya di Hong Kong, karena investor waspada terhadap kesibukan penggalangan dana di kota itu dan mempertanyakan rencana pengembangan perusahaan. (bro)

Tags: Stimulus ASWall Street

Berita Terkait.

Johnny-Eddizon-Isir
Internasional

Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap, Penyidik Telusuri Operasi Internasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:04
Prajurit
Internasional

Israel Gempur Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:23
vance
Internasional

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09
Prabowo
Internasional

Prabowo Batal Hadiri ASEAN-Russia Summit di Kazan, Istana Ungkap Alasannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:19
Shehbaz Sharif
Internasional

DPR RI Apresiasi Perdamaian AS-Iran, Ingatkan Israel Jangan Ganggu Kesepakatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:47
Video-Kekerasan
Internasional

Viral Dugaan Penganiayaan WNI di Malaysia, DPR Minta Proses Hukum Dikawal Ketat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:43

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7148 shares
    Share 2859 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
fifa
Piala Dunia 2026

Jadwal Piala Dunia: Argentina, Prancis, Norwegia Main, Buru 32 Besar Lebih Cepat

Editor Dilianto
Senin, 22 Juni 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Persaingan di Piala Dunia 2026 kembali memanas dengan rangkaian pertandingan dari Grup H hingga Grup J yang digelar...

SelengkapnyaDetails
Salah

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Senin, 22 Juni 2026 - 12:03
Trossard

Hasil Piala Dunia 2026: Ditahan Imbang Iran, Lini Serang Belgia Kurang Efektif

Senin, 22 Juni 2026 - 10:41
Yamal

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:39
Helio-Varela

Hasil Piala Dunia: Pertahanan Buruk Bikin Uruguay Gagal Menang Atas Tanjung Verde

Senin, 22 Juni 2026 - 07:55
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.