INDOPOSCO.ID – Barcelona mengalami kekalahan memalukan 1-4 dari tamunya Paris St Germain (PSG) dalam leg pertama 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Kamis (17/2/2021). Tiga gol yang dilesakkan pemain Paris St Germain (PSG), Kylian Mbappe membuka peluang tim asal Paris ini makin besar lolos ke perempat final.
Sebenarnya Barcelona lebih dulu unggul berkat gol Lionel Messi berkat penalti pada babak pertama. Namun harapan Barca pupus setelah Mbappe membuat juara Prancis itu menyamakan kedudukan dengan kontrol berkelas dan menyelesaikan manuver tim yang melibatkan Marco Verratti serta Layvin Kurzawa.
Petaka bagi Barcelona, permainan cemerlang Mbappe, yang tidak mencetak gol pada babak gugur Liga Champions selama dua tahun, membawa PSG balik mengungguli sang tuan rumah pada menit ke-65.
Jala kiper Barcelona Andre ter Stegen, kembali jebol ketika Moise Kean memanfaatkan celah kelemahan pertahanan Barca untuk menyundul bola untuk membuat gol ketiga bagi PSG pada menit ke-70. Selang 15 menit kemudian, permainan gemilang Mbappe benar-benar “menghukum” Barcelona lewat gol ketiganya pada menit ke-85 dengan melepaskan bola melengkung melewati Andre ter Stegen ke pojok atas gawang.
Dengan kekalahan ini, tugas berat menanti Barca di leg kedua yang akan dimainkan di kandang PSG. Memang dalam sejarah Liga Champions, sebenarnya Barcelona juga pernah mengalami kekalahan besar serupa dari PSG. Ketika itu, klub asal Catalan juga kalah dengan skor 0-4 dari PSG pada leg pertama babak 16 besar edisi 2017. Namun di leg kedua di Nou Camp, mereka menang dengan skor 6-1. Hanya kini terbalik mereka kalah di kandang lebih dahulu sebelum melawat ke Paris 10 Maret 2021 mendatang.
Menanggapi kekalahan ini, Pelatih Barcelona Ronald Koeman menggarisbawahi perlunya skala perombakan dari klub ini agar bisa kembali ke masa keemasannya. Sebab Barca kembali mengalami kekalahan telak di kompetisi klub Eropa elite ini setelah musim lalu mereka juga dibantai 2-8 oleh Bayern Munich dalam perempatfinal.
“Pertandingan tadi adalah kenyataan yang harus dipetik hikmahnya. Pertandingan itu menunjukkan kami kekurangan di banyak hal untuk menjadi tim level puncak, khususnya level yang Anda perlukan di Liga Champions. Hasil ini menunjukkan betapa superior dan jauh lebih efektifnya mereka dibandingkan kami.,” kata Koeman seperti dikutip Antara, Kamis (17/2/2021).
Koeman memang mewarisi skuad yang sudah menua saat menjadi pengganti Quique Setien, Agustus tahun lalu. Walaupun musim pertamanya naik turun, tim Catalan itu sepertinya sudah berada di jalur yang benar sejak awal 2021. Barca memenangkan tujuh pertandingan La Liga terakhir dan menghancurkan Alaves 5-1 Sabtu pekan lalu, tetapi PSG menunjukkan mereka masih terlalu tangguh buat Barca.
“Mereka (PSG) menunjukkan diri sebagai tim yang jauh lebih lengkap ketimbang kami dan kami harus mengakui itu serta berusaha meningkat. Kami sudah tahu hal seperti ini bisa menimpa tim besar. Mereka di depan kami dalam banyak hal,” tutur pria yang memenangi Piala Eropa 1988 bersama Timnas Belanda ini.
Koeman tak mau berspekulasi apakah timnya mampu membalikkan defisit besar 1-4 menjadi kemenangan pada 10 Maret di Paris nanti, seperti yang dilakukan Barcelona sewaktu ditangani Luis Enrique dalam leg kedua musim 2017. “Saya bisa saja berbohong, tetapi ketika Anda kalah 1-4 di kandang sendiri, Anda memiliki peluang yang sedikit sekali,” pungkas Koeman. (wib)











