• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspada, ini Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 7 Februari 2021 - 10:23
in Gaya Hidup
Ilustrasi. Foto: p2ptm.kemkes.go.id

Ilustrasi. Foto: p2ptm.kemkes.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit yang tidak boleh diabaikan. Karena, penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Pada tahun 2015, tercatat lebih dari 7 juta orang meninggal karena penyakit ini. Sedangkan di Indonesia, lebih dari 2 juta orang terkena penyakit ini di 2013. Tanda-tanda PJK itu meliputi sering merasa capek atau kelelahan tanpa sebab, gampang merasa pusing saat berdiri atau melakukan aktifitas seperti biasa, nyeri dada (angina), serta keringat dingin dan mual.

BacaJuga:

Unggahan Tentang Minji, Picu Spekulasi ADOR Kembali ke NewJeans

KKV Gebrak Indonesia, Konsep Belanja Estetik Langsung Diburu Anak Muda

LUCY Tampil Live Pesona Menyegarkan di ‘Killing Voice’

Dokter Spesialis Jantung Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Arief Aji Subakti SpJP FIHA Cardiologist mengatakan, PJK merupakan kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Lemak semakin bertumpuk, arteri akan semakin menyempit. Efeknya  membuat aliran darah ke jantung berkurang.

“Seiring berkurangnya aliran darah ke jantung, akan memicu gejala PJK, seperti nyeri dada, dan sesak napas. Bila kondisi tersebut tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya sehingga memicu serangan jantung,” jelas dia, dalam Webinar Health Talk tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung koroner (PJK) di Palembang, Sabtu (6/2/2021).

Penyakit Jantung Koroner dapat di diagnosa melalui beberapa metode, di antaranya elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram (Echo) dan USG jantung. Tindakan yang dapat dilakukan, yakni dengan pemasangan stent untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit. Juga bisa dilakukan bedah koroner seperti operasi bypass jantung yang merupakan pengobatan yang paling umum untuk penyakit jantung koroner.

“Untuk mencegah PJK, itu mengatur pola makan sehat, berhenti merokok, hindari stres, kontrol hipertensi, kolesterol dan gula darah tinggi, lalu cegah obesitas, serta olahraga teratur,” sebutnya.

Disinggung mengenai adanya kasus henti jantung pada saat berolahraga, dr. Arief menjelaskan, henti jantung dimulai dari adanya timbunan lemak/plak yang menghambat aliran pembuluh darah dan  bisa lepas atau ikut terbawa aliran saat pacu jantung bekerja dengan berat, salah satunya melalui olahraga.

“Lakukanlah olahraga yang ringan dan santai seperti berlari/jalan santai atau joging selama diukur sesuai kemampuan dan jangan memaksakan jantung bekerja terlalu berat,” pungkasnya. (arm)

Tags: jantung koronerkesehatansiloam hospitalsSiloam Hospitals Sriwijaya

Berita Terkait.

ador
Gaya Hidup

Unggahan Tentang Minji, Picu Spekulasi ADOR Kembali ke NewJeans

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:11
kkv
Gaya Hidup

KKV Gebrak Indonesia, Konsep Belanja Estetik Langsung Diburu Anak Muda

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:30
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Gaya Hidup

LUCY Tampil Live Pesona Menyegarkan di ‘Killing Voice’

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:33
patelki
Gaya Hidup

HUT Ke-40, Patelki Tegaskan Peran ATLM sebagai Pilar Presisi Diagnostik

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:37
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Gaya Hidup

Kim Jong Kook Bongkar Budaya Masa Lalu Para Pemenang Acara Musik

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:08
lai
Gaya Hidup

Tangis Wanna One Pecah! Pesan Haru Lai Guanlin Bikin Member dan Fans Ikut Terisak

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:40

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.