• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Jelang Imlek, Warga Etnis Tionghoa Bali Bersihkan Patung Dewa

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 6 Februari 2021 - 18:24
in Nusantara
Warga etnis Tionghoa Bali mengadakan ritual pembersihan patung dewa menjelang Imlek di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar, Bali, Sabtu (6/2/2021). Foto : Nyoman Hendra/Antara

Warga etnis Tionghoa Bali mengadakan ritual pembersihan patung dewa menjelang Imlek di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar, Bali, Sabtu (6/2/2021). Foto : Nyoman Hendra/Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2572, masyarakat etnis Tionghoa di Pulau Dewata menggelar ritual pembersihan patung dewa yang berjumlah ratusan di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar, Bali.

Ida Bagus Adnyana, pemangku di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap mengatakan, tujuan pembersihan patung dewa itu supaya para dewa kembali ke langit sebelum dibersihkan.

BacaJuga:

Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Dompet Dhuafa Gulirkan Bantuan Bagi Puluhan Nelayan

Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp886 Juta

”Sebelum melakukan pembersihan, umat terlebih dahulu melakukan persembahyangan untuk mengantar dewa ke langit,” ujarnya kepada Antara di Denpasar, Sabtu (6/2/2021).

Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), para umat melakukan prosesi pembersihan patung dewa di Kongco ini untuk persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2572 yang dilaksanakan pada 12 Februari 2021.

Pembersihan dimulai dengan menurunkan patung dewa dari tempat persembahyangan dan membersihkan sekaligus mengecat beberapa bagian tempat suci di lingkungan kongco.

Patung dewa ini dibersihkan oleh umat menggunakan air suci atau tirta yang berisi bunga. Setiap umat yang membersihkan patung dewa diwajibkan memakai masker.

“Kami juga melakukan pemasangan umbul-umbul, lampion, pembersihan tempat persembahyangan dan pembersihan lingkungan kongco ini,” ujarnya.

Di Kongco ini terdapat ratusan patung dewa yang terlengkap di Bali. Dewa tersebut seperti Ong Tai Jin, Dewa Kwankong, Dewa Laut, Ratu Syahbandar, Sam Po Kong, Dewa Naca, dan Patung Tujuh Dewi.

Untuk pembersihan patung dewa ini khususnya Patung Tujuh Dewi harus dilakukan oleh orang yang sudah “diwinten” atau dibersihkan dengan upacara.

“Harus bersihkan diri dulu atau ‘diwinten’ baru bisa melakukan pembersihan patung dewa ini,” katanya.

Setelah pembersihan ini dilaksanakan prosesi sembahyang menjemput dewa. Tujuan pembersihan ini agar umat mengawali Tahun Baru Imlek dengan sesuatu yang bersih.

“Rata-rata pembersihan dewa dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek dan tidak boleh sembarang naik-turunkan dewa, makanya ada sembahyang mengantar dewa ke langit dan menjemput dewa,” katanya.

Pada 11 Februari 2021 akan dilaksanakan persembahyangan bersama pada pukul 00.00 Wita untuk menutup tahun dan menyambut Tahun Baru Imlek. Tetapi, dikarenakan masih pandemi COVID-19, peserta yang ikut prosesi dibatasi jumlahnya dan menerapkan protokol Kesehatan.

“Persembahyangan menerapkan sistem sif dan diatur petugas sehingga mengantisipasi kerumunan dan warga yang membeludak,” katanya.

Untuk ritual barongsai tetap digelar namun juga terbatas. Barongsai merupakan simbol kebaikan dan kejahatan.

Di Kongco ini, umat Hindu dan Buddha bersatu sembahyang dalam satu tempat sebagai simbol akulturasi. Selain itu, kongco seluas sembilan are ini juga ada bangunan Padmasana yang merupakan tempat pemujaan umat Hindu. (aro)

Tags: baliImlektionghoa

Berita Terkait.

BB
Nusantara

Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Dompet Dhuafa Gulirkan Bantuan Bagi Puluhan Nelayan

Jumat, 10 April 2026 - 19:41
Petugas
Nusantara

Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

Jumat, 10 April 2026 - 18:10
bc
Nusantara

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp886 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 13:03
gempa
Nusantara

Gempa Flores Timur: 1.100 Warga Mengungsi, 215 Rumah Rusak

Jumat, 10 April 2026 - 12:48
Andra-Soni
Nusantara

Gubernur Andra Soni Lepas Keberangkatan 21 Petani Milenial Magang di Jepang

Kamis, 9 April 2026 - 19:01
mentrans
Nusantara

Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Kamis, 9 April 2026 - 08:56

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.