• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

The Fed Longgar-Investasi Masuk, Purbaya Sebut Momentum Positif Mulai Terlihat

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 20 November 2025 - 21:45
in Ekonomi
1000416904

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah menilai dinamika global mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah sempat tertekan ketidakpastian berkepanjangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi ekonomi dunia kini bergerak menuju stabilitas.

“Ketidakpastian global masih berlanjut, namun tensi Amerika Serikat dan Tiongkok mulai mereda. The Fed juga menurunkan Federal Funds Rate untuk kedua kalinya tahun ini, dan ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi global,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

BacaJuga:

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Di tengah situasi tersebut, permintaan global tetap terjaga. Aktivitas manufaktur dunia sepanjang Oktober 2025 masih berada pada zona ekspansi dengan PMI (Indeks Manajer Pembelian) sebesar 50,8. Indonesia mencatat posisi lebih tinggi, yakni 51,2. Meski ekonomi Tiongkok melemah di triwulan ketiga berturut-turut, kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan.

Purbaya mengungkapkan bahwa harga komoditas utama dunia masih bergerak fluktuatif. Batu bara, minyak, dan nikel melemah secara year on year, sementara batu bara menguat menjadi sekitar 109,5 dolar AS per ton secara month on month karena meningkatnya permintaan negara-negara importir besar.

Minyak Brent juga naik tipis secara bulanan, meski tetap melemah secara tahunan. Saat ini harga berada di kisaran 63,6 dolar AS per barel akibat risiko geopolitik dan surplus produksi OPEC+. Sementara itu, komoditas seperti tembaga dan CPO menunjukkan tren penguatan tahunan.

“Penguatan tembaga ini didorong kekhawatiran pengetatan suplai dan berakhirnya government shutdown di Amerika Serikat,” jelas Purbaya.

Fluktuasi harga komoditas ini, lanjutnya, berdampak langsung pada kinerja ekspor nasional dan penerimaan APBN.

Memasuki pertengahan November 2025, sentimen global mulai membaik berkat meredanya perang dagang serta penurunan suku bunga acuan Federal Reserve. Sejumlah mata uang dunia—termasuk rubel Rusia, real Brasil, peso Meksiko, dan euro—menguat terhadap dolar AS. Namun rupiah masih mencatat pelemahan 3,7 persen year to date.

“Pelemahan rupiah ini masih moderat, jika dibandingkan negara seperti Turki yang melemah 19,6 persen atau Argentina yang terdepresiasi 36,1 persen. Stabilitas nilai tukar terus kita jaga melalui koordinasi dengan Bank Indonesia dalam forum KSSK,” kata Purbaya.

Sementara itu, pasar saham berada dalam tren positif. IHSG tumbuh kuat sebesar 18,2 persen year to date, didorong arus masuk dana investor dan meningkatnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Untuk pasar obligasi, reposisi investor asing masih terjadi. Namun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) justru menurun signifikan.

“Imbal hasil SBN turun 85,6 basis poin atau sekitar 1 persen. Ini menunjukkan iklim investasi domestik tetap kuat, pasar makin dalam, dan investor domestik semakin mapan,” tegasnya.

Hingga akhir September 2025, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan kumulatif sebesar 33,48 miliar dolar AS, dengan surplus bulanan 4,34 miliar dolar AS. Ekspor tumbuh 11,4 persen dan impor naik 7,2 persen, yang menandakan aktivitas industri dalam negeri tetap solid di tengah permintaan global yang masih kuat.

“Walaupun ada uncertainty, real demand-nya masih kuat, sehingga dampak global tetap positif pada perekonomian kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, current account Indonesia pada 2025 mencatatkan surplus sebesar 4 miliar dolar AS atau setara 1,1 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

“Surplus ini terutama ditopang neraca perdagangan, sementara portofolio mencatatkan defisit. Jadi ketika current account surplus, capital account-nya negatif,” jelas Purbaya.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis bahwa daya tahan perekonomian Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir tahun dan memasuki 2026. (her)

Tags: investasiKemenkeupurbaya yudhi sadewathe fed

Berita Terkait.

uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02
RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22
Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi
Ekonomi

Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi

Sabtu, 11 April 2026 - 09:21
Anugerah
Ekonomi

Langkah Hijau DSLNG: dari Kepatuhan Menuju Inovasi Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 21:43
Bear-Market
Ekonomi

5 Strategi Wajib Investor di Bear Market

Jumat, 10 April 2026 - 21:33

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    1611 shares
    Share 644 Tweet 403
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.