Olahraga

Maroko Sambut Pahlawan Mereka Meski Final Piala Dunia Tinggal Mimpi

INDOPOSCO.ID – Warga Maroko pada Rabu (14/12) menyambut pencapaian bersejarah tim nasional mereka di Piala Dunia 2021 Qatar meski harus takluk 0-2 dari juara bertahan Prancis pada laga semifinal.

“Mereka bermain sangat baik tapi keberuntungan tidak berada pada pihak kami,” kata seorang pendukung Oussama Abdouh di Casablanca seperti dilansir AFP.

“Meski demikian, kami menghadapi dengan gagah sang juara bertahan, itu luar biasa. Di luar Piala Dunia, tim ini membuat kami terus bermimpi, dan oleh karena itu, saya angkat topi untuk mereka,” sambungnya, dikutip dari Antara, Kamis (15/12).

Sementara itu, bagi Hakim Salama, kekalahan 0-2 dari Prancis itu terlalu berat.

“Kami melewatkan kesempatan terbaik yang ada pada abad ini,” kata dia.

Hujan menerpa ibukota Rabat pada Rabu (14/12) malam dan atmosfer di sana jauh dari kegembiraan atas kemenangan bersejarah yang membawa Si Singa Atlas selangkah lagi ke final Piala Dunia. Mereka menjadi tim Afrika dan Arab pertama yang mencapai titik sejauh ini di pentas dunia.

Kali ini jalanan sunyi tiada suara klakson mobil dan tabuh-tabuhan.

“Timnas telah membuat keajaiban sejak awal Piala Dunia,” kata Rachid Sabbiq, seorang pedagang di distrik Derb Sultan, Casablanca, sebelum laga.

“Tidak masalah apakah mereka menang atau kalah, mereka telah memenangi rasa hormat dan kekaguman dari semua warga Maroko, dan itu tidak ada bandingannya,” kata dia.

Sabbiq yang biasa berjualan cemilan manis mengganti dagangannya menjadi bendera Maroko.

Meski negaranya kalah, pemimpin Maroko Raja Mohammed VI mengirim ucapan “selamat yang hangat” kepada seluruh timnas mereka karena telah “memuliakan rakyat Maroko”, demikian seperti dilansir kantor berita setempat MAP.

Sang raja juga mengucapkan selamat kepada presiden Prancis Emmanuel Macron lewat telefon pascapertandingan.

“Mereka membuat kami bermimpi”

Salah satu lingkungan tertua di Casablanca, Derb Sultan merupakan benteng perlawanan terhadap otoritas kolonial ketika kerajaan Afrika Utara itu menjadi protektorat Prancis dari tahun 1912 hingga 1956.

Dia juga tempat berdirinya salah satu tim top Maroko, Raja de Casablanca, yang melahirkan striker legendaris Mohamed Jarir (alias Houmane), yang pada 1970 menjadi orang Maroko pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button