• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Pasar Akan Masa Resesi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 15 Desember 2022 - 11:08
in Ekonomi
Arsip foto - Seorang wanita menghitung uang transaksi penukaran Dolar AS dengan Rupiah di Jakarta, Senin (3/8). Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/Rei/foc

Arsip foto - Seorang wanita menghitung uang transaksi penukaran Dolar AS dengan Rupiah di Jakarta, Senin (3/8). Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/Rei/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (15/12) pagi melemah seiring kekhawatiran pasar akan masa resesi ekonomi.

Rupiah pagi ini melemah 17 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp15.610 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.593 per USD.

BacaJuga:

AiYU Meluncur, Veritask Bawa Agentic AI Hukum Pertama dengan Traceability Penuh di Indonesia

MSF Jadi Senjata Baru SKK Migas, Sumur Sulit Kini Lebih Produktif

Perkuat Sistem dan Kepercayaan, BNI Respons Kasus Dugaan Fraud dengan Langkah Terukur

“Pasar mengkhawatirkan lingkungan suku bunga tinggi bisa mendorong perekonomian masuk ke masa resesi,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (15/12), seperti dikutip dari Antara.

Semalam Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 4,25 persen sampai 4,5 persen atau ke titik tertinggi dalam 15 tahun.

Bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) pun siap menaikkan bunga lagi, meski dilanda resesi. Pengumuman kebijakan BoE, terjadi beberapa jam setelah The Fed menaikkan suku bunga setengah poin persentase dan mengisyaratkan lebih banyak kenaikan biaya pinjaman pada akhir 2023.

Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority/HKMA) turut menaikkan suku bunga dasarnya yang dibebankan melalui jendela diskon atau fasilitas diskonto overnight sebesar 50 basis poin menjadi 4,75 persen, beberapa jam setelah The Fed menyampaikan kenaikan suku bunga dengan margin yang sama.

Selain menaikkan suku bunga acuan, Ketua The Fed Jerome Powell menekankan kebijakan kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan moneter masih belum selesai, meskipun kenaikan saat ini tidak sebesar kenaikan sebelumnya yakni 75 bps.

The Fed melihat tekanan inflasi di Negeri Paman Sam masih tinggi karena masih jauh dari target 2 persen, meskipun saat ini mulai menunjukkan penurunan.

Maka dari itu,Ariston berpendapat penegasan Powell tersebut bisa memicu pelemahan rupiah hari ini. Potensi pelemahan ke kisaran Rp15.620 per USD dengan potensi support di kisaran Rp15.560 per USD.

Pada Rabu (14/12) rupiah ditutup menguat 64 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp15.593 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.657 per USD. (mg1)

Tags: nilai tukar rupiahresesirupiah

Berita Terkait.

Veritask
Ekonomi

AiYU Meluncur, Veritask Bawa Agentic AI Hukum Pertama dengan Traceability Penuh di Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 13:23
migas
Ekonomi

MSF Jadi Senjata Baru SKK Migas, Sumur Sulit Kini Lebih Produktif

Selasa, 21 April 2026 - 12:22
bni
Ekonomi

Perkuat Sistem dan Kepercayaan, BNI Respons Kasus Dugaan Fraud dengan Langkah Terukur

Selasa, 21 April 2026 - 11:45
TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Menjangkau 300 Ribu Gerai
Ekonomi

TRIV Gandeng Indomaret, Akses Investasi Kripto Menjangkau 300 Ribu Gerai

Senin, 20 April 2026 - 21:27
Listrik Surya untuk Koperasi Desa: MoU Kemenkop-Green X Bidik Desa 3T
Ekonomi

Listrik Surya untuk Koperasi Desa: MoU Kemenkop-Green X Bidik Desa 3T

Senin, 20 April 2026 - 21:03
Ekonomi

Liburan Sekolah Lebih Seru di Swiss-Belresort Dago Heritage, Pesan Melalui Aplikasi Mobile

Senin, 20 April 2026 - 20:31

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1197 shares
    Share 479 Tweet 299
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    705 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.