Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Safari Dakwah untuk Palestina

INDOPOSCO.ID – Hingga saat ini aksi Genosida di Gaza masih berlangsung, aksi kejahatan kemanusiaan yang semakin membabi buta membuat semakin banyak korban berjatuhan. Upaya demi upaya telah dilakukan untuk menghentikan aksi genosida yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina belum kunjung berhasil. Hingga saat ini dampak Genosida semakin terasa, sulitnya mendapatkan bahan makanan pokok, fasilitas kesehatan, tempat tinggal yang layak serta keperluan lainnya.
Dengan adanya situasi tersebut, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengajak Miss Fatma Alghusain untuk mensyiarkan kondisi Palestina terkini dengan mengadakan safari dakwah di beberapa tempat Yogyakarta. Miss Fatma Alghuasain merupakan Direktur Eksekutif Amna Care Fund sekaligus seorang aktivis kemanusiaan.
Di Yogyakarta kegiatan safari dakwah telah dilaksanakan di beberapa tempat selama 9 hari. Safari dakwah pertama dilaksankan pada tanggal 27 September 2024 di Masjid Agung Kulonprogo. 29 September Masjid berlokasi di Masjid Darul Falah dan Masjid Fathul Qorib. 2 Oktober di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 3 Oktober di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM), Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Masjid Al Aman, 4 Oktober berlokasi di DMI Sleman dan terakhir pada tanggal 5 Oktober berada di Masjid Nurul Asri Sleman.
“Kegiatan ini diadakan sebagai wujud kepedulian kita akan keadaan saudara kita di Palestina. Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu saudara kita dalam memenuhi kebutuhan medis atau pengobatan di Gaza dan saya berharap semoga kejahatan kemanusian yang terjadi di Gaza segera berakhir,” ujar Yomi sebagai penanggung jawab acara.
Acara d isi dengan sharing session yaitu pemaparan tentang keadaan warga Gaza saat ini. Dimana Miss Fatma menjelaskan bahwa kejahatan yang terjadi saat ini adalah kejahatan Genosida bukan peperangan, semua penduduk Gaza dibombardir tanpa melihat status agama, ras, usia serta gender, kemudian pada akhir sharing session diadakan tukar hadiah berbagi kebaikan bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta, dimana donasi yang didapatkan akan disalurkan untuk warga Palestina.
Update berita DMC (Disaster Management Center) Dompet Dhuafa per 23 September 2024 menunjukkan bahwa perang Genosida sudah mengakibatkan 41.272 jiwa telah meninggal dunia, 95.551 jiwa mengalami luka-luka, 360.000 jiwa rumah terdampak, dan sebanyak 1.700.000 jiwa harus mengungsi. Dari semua korban kekejaman tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak sebesar 72% .
“Banyak anak-anak yang mengalami cacat fisik karena minimnya fasilitas medis dan yang paling memperhatinkan dimana amputasi itu dilakukan tanpa adanya obat bius. Selain itu banyak wanita hamil dengan resiko penanganan tidak layak karena minimnya fasilitas kesehatan untuk ibu hamil, mengasihi serta makanan untuk balita,” pungkas Miss Fatma. (adv)