Jualan Sabu, Tukang Parkir di Serang Diringkus Polisi

INDOPOSCO.ID – Seorang tukang parkir berinisial HA (35), harus rela tidur dibalik sel tahanan Mapolres Serang lantaran kedapatan sabu.
Pria asal warga Desa Songgom, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, nekad nyambi jualan sabu dengan dalih untuk biaya kebutuhan keluarga.
Dia ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang, saat tertidur pulas di rumahnya pada 3 Februari 2022.
Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti 8 paket sabu yang ditemukan dalam lemari pakaian serta satu buah timbangan elektronik.
Penangkapan terhadap tukang parkir yang nyambi jualan sabu ini bermula dari informasi warga yang diterima personil Satresnarkoba.
“Setelah mengetahui identitas tersangka, Kamis sekitar pukul 19:00, langsung melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan tersangka di rumahnya,” terang Kapolres Serang AKBP Yudha Satria, Senin (7/2/2022).
Saat ditangkap, tersangka sempat mengelak memiliki narkoba, namun saat Tim Opsal menemukan 8 paket sabu yang disembunyikan dalam lemari pakaian, tukang parkir ini akhirnya mengakui.
“Tersangka sempat mengelak namun akhirnya mengaku setelah petugas menemukan sabu yang disembunyikan dalam lemari pakaian,” ungkap Kapolres.
Sementara Kasatresnarkoba Iptu Michael K Tandayu menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui baru tiga bulan menjalankan bisnis sabu.
Bisnis terlarang tersebut dilakukan karena untuk membantu biaya kebutuhan hidup isteri dan satu anaknya.
“Motifnya karena kebutuhan ekonomi sebab penghasilan dari parkir tidak mencukupi untuk biaya hidup keluarga,” kata Kasatresnarkoba.
Terkait sabu yang diamankan, Michael menjelaskan tersangka mendapatkan dari seorang bandar yang mengaku warga Tangerang.
Hanya saja, HA tidak mengetahui secara pasti lantaran transaksi, pembayaran maupun pengambilan barang tidak secara langsung, melainkan melalui komunikasi lewat telepon dan ATM.
“Barang (sabu, red) didapat dari bandar yang mengaku warga Tangerang namun tersangka mengaku tidak bertemu langsung,” jelasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) UU.RI No 35/2009 tentang narkotika ancaman hukuman minimal 5 tahun hingga seumur hidup di penjara. (son)