Nusantara

Warga Sumur Bersyukur Dapat Bantuan Huntap Gubernur Banten

INDOPOSCO.ID – Busro, salah satu warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang curhat kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, tentang nasib hidupnya usai diterjang tsunami pada 2018 silam.

Sejak tragedi itu, dirinya dan keluarganya harus terpontang panting dalam memiliki tempat tinggal. Mengingat, rumahnya hancur, rata dengan tanah terseret air laut.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, dan Pemprov Banten. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Provinsi Banten,” katanya, Rabu (13/10/2021).

Saat ini, pihaknya mengaku tidak perlu khawatir lagi karena sudah memiliki tempat tinggal dengan melalui bantuan Hunian Tetap (Huntap) dari Provinsi Banten.

Sebab dalam tiap bulannya, Busro harus merogoh kocek Rp200 ribu per bulan untuk biaya sewa rumah. Sedangkan profesinya sebagai nelayan, pendapatannya tidak konsisten.

“Rumah di pinggir pantai hancur diterjang tsunami pada akhir tahun 2018. Ya senang pak, sekarang tidak perlu lagi bayar sewa rumah. Rp200 ribu setiap bulannya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Banten berharap bantuan rumah melalui program Huntap dan Program Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten. Bantuan ini ditujukan kepada korban tsunami dan masyarakat prasejahtera dari sisi hunian atau rumahnya.

“Semoga rumah ini menjadi rumah yang berkah bagi penghuninya, selalu diberikan keselamatan dan kelancaran usaha bagi para penghuninya,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan rumah itu dibangun dengan standar rumah yang layak huni. Berlantai keramik, berdinding batu bata, beratapkan genting, ada ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi (MCK), serta ada saluran aliran listrik.

“Kita bangun rumah yang layak,” ucapnya.

Perlu diketahui, sejak tahun 2017 hingga 2020 Pemprov Banten telah melaksanakan Program Penanganan RTLH sebanyak 1.951 unit rumah. Pada tahun 2017, telah ditangani sebanyak 93 RTLH. Pada tahun 2018, telah ditangani sebanyak 1,242 RTLH. Pada tahun 2019, telah ditangani sebanyak 110 RTLH. Pada Tahun 2020, telah ditangani sebanyak 506 RTLH. (son)

Back to top button