Nusantara

Komunitas JAAN Minta Pemprov Bali Hentikan Jual Beli Kera Ekor Panjang

INDOPOSCO.ID – Komunitas Jakarta Animal Aid Network (JAAN) meminta agar pemerintah di wilayah Provinsi Bali menghentikan perdagangan kera ekor panjang di Pasar Burung Satria, Denpasar, Bali.

“Laporan dan aduan kami kepada pihak terkait tidak ada tanggapan. Padahal masyarakat Hindu Bali menghormati monyet-monyet ekor panjang ini. Seperti di Sangeh, Monkey Forest, Uluwatu, Alas Kedaton dan Pura Pulaki. Kami berharap Pemprov Bali melalui Dinas Peternakan, Pemkot Denpasar dan tentunya Balai Karantina Denpasar bisa menghentikan perdagangan monyet ekor panjang di pasar burung,” kata Pendiri JAAN Divisi Satwa Liar Femke Den Haas dalam siaran persnya di Denpasar, Senin (27/9).

Ia mengatakan di Bali masih ditemukan banyak penjual bayi-bayi monyet ekor panjang di Pasar Burung Satria, Denpasar. Kata dia, ada dua lapak penjual monyet ekor panjang di pasar itu dan monyet-monyet ini rata-rata berusia sangat muda.

“Dari pengakuan seorang pedagang di sana, monyet ini didatangkan hampir setiap bulan dari Sumatera. Tentu saja hal ini ilegal, karena memasukkan hewan penular rabies (HPR) ke dalam Pulau Bali dilarang, mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian RI No. 1696/2008, tentang larangan memasukkan anjing, kucing, kera dan sebangsanya ke Provinsi Bali,” ucapnya.

Selain itu, penjualan hewan primata di pasar burung berpotensi besar melanggar KUHP Pasal 302 tentang penyiksaan hewan, UU No. 18 Tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan dan PP No. 95 Tahun 2012 tentang kesehatan masyarakat veterniner dan kesejahteraan hewan.

Dikatakannya, cara memperoleh dan mengangkut monyet- monyet ini juga melanggar Peraturan Menteri Kehutanan No. P-63/ Menhut- II/2013, tentang tata cara pengambilan spesimen tumbuhan dan satwa liar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button