Nusantara

Soal Beras Bansos Menggumpal di Pandeglang, Akademisi: Bentuk Ejekan Elit Pemerintah ke Rakyat Kecil

INDOPOSCO.ID – Akademisi Univesitas Sultan Ageng Tityasa (Untirta) Banten Ikhsan Ahmad, ikut angkat bicara terkait ditemukannya beberapa karung beras milik Bulog untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19 menggumpal mirip batu di Kabupaten Pandeglamg dan Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Ikhsan, beras berkutu, berbatu dan tidak layak untuk dikonsumsi, bukan sekali ini saja terjadi, melainkan sudah sering terjadi di beberapa daerah.

”Ini adalah stereotype (bentuk ejekan-red) perilaku para elit pemerintahan kepada rakyat kecil yang sudah berjalan lama di setiap musibah, termasuk wabah Covid-19 di masa pandemi ini,” terang Ikhsan, Sabtu (7/8/2021).

Ikhsan mengungkapkan, persoalan yang kerap menimpa rakyat kecil tidak hanya persoalan beras seperti saat ini, termasuk santunan atau bansos sekalipun tunai, tidak ada garansi tidak akan ada pemotongan.

“Itulah refleksi para elit ketika berkuasa. Bisakah kita berharap adanya upaya kolektif melawan Covid-19 atau dalam rangka survival bangsa kedepan?,” kata ikhsan balik bertanya.

Ia mengatakan, persoalannya mengapa hal ini terjadi, kemungkinan besar elit pemerintahan yang juga merupakan politisi sekaligus elit parpol, merasa perlu untuk menekan sebesar mungkin kapital politik meskipun terjadi bencana besar.

”Bencana sekelas apapun menjadi tidak penting oleh mereka, karena bencana besar yang sesungguhnya dianggap bencana adalah, jika kalah dalam kontestasi politik (pemilu). Oleh karena itu, kapital politik dalam berbagai bentuk bantuan untuk rakyat hanya pantas diberikan pada saat saat dimana bencana tidak mendapatkan kekuasaan mengancam dirinya,” tutur Ikhsan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Pandeglang mengatakan, ditemukanya beras menggumpal yang mirip batu sebanyak 2 karung di Kelurahan/Kabupaten Pandeglang, Banten,untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) adalah akibat kehujanan, saat diangkut oleh transporter PT Pos Indonesaia dari gudang milik Bulog ke titik distribusi. (yas)

Back to top button