Nusantara

Soal Pembongkaran Makam, Lurah Tinggar: Korban hanya Ada Surat Kematian karena Sakit

INDOPOSCO.ID – Pembongkaran mayat yang diduga suspek Covid-19 menjadi fenomena penting penanganan Covid-19 di Lingkungan Cidadap, Keluarahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten. Hal ini menjadi gaduh lantaran ponis terhadap korban tidak dibarengi surat resmi terpapar Covid-19.

Lurah Tinggar Ahmad Bajuri menceritakan kronologis pembongkaran mayat yang sudah lima hari dikubur di wilayah tugasnya. Ia mengaku ada laporan bahwa salah satu warganya ada yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dengan status suspek Covid-19.

Namun saat ditanya kejelasannya, tidak ada bukti hasil yang menunjukan korban istri dari Chahroni terpapar Covid-19. Mengingat, pemeriksaannya ke rumah sakit untuk melihat tensi darah tinggi dan asma.

Kemudian, pihaknya mendapatkan laporan kembali bahwa pasien yang berobat ke RSUD Banten itu meninggal dunia.

“Saya mengetahui kejadian ini dari pak RW, bahwa warga ada yang terpapar covid. Pas saya tanya mana hasil swabnya, pak RW bilang nggak ada. Pas sudah dua minggu lamanya, ternyata pasien yang mengalami covid itu keguguran dalam artina meninggal,” katanya saat ditemui di Lingkungan Cidadap, Senin (28/6/2021).

Setelah itu, Ahmad mendapatkan kabar bahwa almarhumah akan dikuburkan sekira pukul 10:00 WIB tanggal 21 Juni 2021. Saat itu, almarhum Asiah diantarkan oleh ambulance oleh petugas dan didampingi suaminya yakni Chahroni.

Pada waktu itu, acara pemakaman tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai standar protokol kesehatan. Kemudian, dirinya bergegas untuk meminjam ke Puskesmas Curug.

“Jam 10:00 WIB sekiranya akan dikuburkan di pemakaman sini. Yang mengantarkan sopir ambulance dan suami. Setelah dikuburkan, ada APD nggak, ternyata APD hanya yang diberikan dari Puskesmas yang diberikan kepada warga, 3 orang yang pakai APD,” ujarnya.

Setelah itu, ada informasi bahwa keluarga korban akan dirapid test oleh Puskesmas karena kabar kematian almarhum diduga terpapar Covid-19. namun akhirnya tidak jadi, lantaran tidak ada surat keterangan pasien terpapar Covid-19, hanya ada surat kematian dengan keterangan karena sakit.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button