Nusantara

Masyarakat Minta Dindikbud Selektif Tentukan Lahan SMAN 30 Tangerang

INDOPOSCO.ID – Masyarakat Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang berharap pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 30 dapat terwujud tahun ini. Mengingat selama ini kegiatan belajar mengajar di sekolah yang menjadi tanggung jawab Pemprov Banten tersebut masih menumpang di salah satu gedung SD (Sekolah Dasar) milik Pemkab Tangerang.

Sukri (49), warga Kampung/Desa Parahu kepada INDOPOSCO mengatakan, lahan yang akan dijadikan untuk pembangunan gedung sekolah baru nantinya harus dekat dengan akses jalan provinsi dan dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan. Selain itu juga tidak ada kepentingan politis maupun ekonomi sekelompok orang yang mencoba mempengaruhi keputusan Dindikbud untuk mengambil keputusan.

”Sebenarnya dari dulu, masyarakat berharap pembangunan gedung SMAN 30 itu adanya di Desa Parahu, mengingat letaknya yang dekat dengan jalan raya Balaraja-Kresek, kantor Kecamatan, kantor Samsat, SMPN 2 Sukamulya, dan gedung SD yang sekarang dipakai untuk SMAN 30,” ujar Sukri,Kamis (17/6/2021).

Tak hanya itu, lahan di desa Parahu juga sudah disetujui oleh tokoh masyakat Sukamulya yang berdomisili di Desa Pabuaran,yakni KH Jasmaryadi, dan lahan itu sudah diusulkan oleh mantan camat Sukamulya, Samsu tertanggal 25 Agustus 2020 kepada Gubernur Banten melalui kepala Dindikbud Banten,dengan nomor surat 590/194-Kec/VII/2020 perihal rekomendasi lahan pembangunan SMAN 30 Kabupaten Tangerang asal aset sekolah induk SMAN 19 Kabupaten Tangerang.

”Herannya, dalam usulan yang baru, lokasi lahan yang di desa Parahu sengaja dihilangkan. Padahal Fasibility Studi (FS) nya sudah ada, diduga karena adanya tekanan politis dan kepentingan ekonomis pihak tertentu,” ungkap seorang tokoh pemuda setempat.

Berdasarkan pengamatan INDOPOSCO,tiga lokasi calon lahan SMAN 30 Kabupaten Tangerang.Yaitu, di Kapung Tegal Pada,Desa Kaliasin, berjarak sekitar 1 kilometer dari jalan raya Balajara-Kresek.Sedangkan untuk menuju lahan yang diusulkan oleh camat yang baru tersebut, harus memasuki kawasan padat penduduk yang sulit dilalui oleh kendaraan berukuran besar,serta lahannya berada di sawah produktif yang konon milik kepala desa setempat.

Sementara lahan yang ada di Desa Parahu,tepatnya di Kampng Leweung Gede berada di jalan raya Parahu-Leweung Gede yang berada di samping kali Cacing berjarak 300 meter dari jalan raya Balajara-Kresik, dan sekitar 200 meter dari SMPN 2 Sukamulya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button