• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Suarakan Penolakan Tambang di Raja Ampat, Cinta Laura: Ekosistem Dikorbankan Tanpa Rasa Malu

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 10 Juni 2025 - 10:22
in Nasional
Raja-Ampat

Aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Foto: Dok Greenpeace

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aktris Cinta Laura Kiehl menyampaikan protes keras terhadap aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Mengingat pertambangan tersebut dikhawatirkan merusak ekosistem hutan dan laut di wilayah itu.

Ia menyinggung soal kesadaran dalam diri seorang pemangku kepentingan, yang rela mengorbankan alam di Papua untuk kepentingan golongan tertentu. Namun, nyatanya masalah kemiskinan terus membayangi masyarakat Papua.

BacaJuga:

Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital

Menu MBG Berbelatung, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Pertamina Bidik Lonjakan Produksi Migas Lewat Kolaborasi Global dan Inovasi Teknologi

“Apa yang awalnya cuma kompromi kecil soal etika lama-lama menjadi hal biasa, sampai akhirnya seluruh ekosistem dan budaya dikorbankan tanpa rasa malu. Ini bukan sekedar Kegagalan kebijakan, kegagalan hati nurani,” kata Cinta dalam video akun Instagram pribadinya @claurakiehl dikutip Selasa (10/6/2025).

Bahkan pihak tertentu dinilainya, telah keterlaluan mengeksploitasi alam di tanah Papua. Sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan dan hilangnya kedaulatan masyarakat adat atas tanah mereka.

“Berapa nilai satu nyawa manusia? Apakah satu tambang? Satu kapal pesiar? Satu deal strategis? Saat ditandatangani dan dividen dicairkan? Aku penasaran,” ucap perempuan berdarah Indonesia – Jerman itu.

“Apakah orang-orang serakah ini masih ingat dengan wajah-wajah manusia yang dikorbankan dan ditinggalkan dengan tempat tinggal yang hancur dan tanah yang diracuni?,” tambahnya.

Padahal Raja Ampat merupakan salah satu surga terakhir dunia yang berada di ambang kehancuran. Saat ini, di salah satu kawasan laut paling rapuh di dunia itu perusahaan-perusahaan tambang memilih merobek hutan, mencemar air, dan mencekik terumbu karang.

“Semua demi nikel untuk menggerakkan mobil listrik. Katanya ini kemajuan. Tapi kemajuan untuk siapa?,” tutur perempuan berusia 31 tahun itu kebingungan.

Menurutnya, kondisi saat ini seakan membenarkan yang tidak bisa dibenarkan. Dengan mengatasnamakan pembangunan nasional. Serta menganggap bahwa hanya terjadi kerusakan kecil.

“Tapi salah satu hal yang ingin aku bahas adalah moral disengagement. Dari sana keserakaan tumbuh pelan-pelan, sembunyi di balik rapat-rapat ber-AC, dibungkus jargon patriotisme,” kritik Cinta.

Isu lingkungan di Raja Ampat mengemuka setelah sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia menyampaikan interupsi dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference 2025, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Mereka membentangkan spanduk berisi penolakan aktivitas tambang Nikel di Raja Ampat. Pemerintah telah bertindak atas ramainya masalah tersebut. (dan)

Tags: Cinta LauraPapuaRaja Ampattambang

Berita Terkait.

Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital
Nasional

Pemeriksa Fakta Kupas Cara Kerja Hoaks di Era Digital

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31
Menu MBG Berbelatung, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Menu MBG Berbelatung, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:51
Pertamina Bidik Lonjakan Produksi Migas Lewat Kolaborasi Global dan Inovasi Teknologi
Nasional

Pertamina Bidik Lonjakan Produksi Migas Lewat Kolaborasi Global dan Inovasi Teknologi

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:31
Penampilan Lisa di Ajang Met Gala 2026 Sukses Mencuri Perhatian dan Perdebatan Untuk Kalangan Pencinta Fashion.
Nasional

Dinamis Setiap Hari, Wamenkeu Jelaskan Kenapa SiLPA Tak Pernah Diam

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:51
Wali Kota Jaktim Tekankan Literasi Digital dan Tanggung Jawab Moral di Era AI
Nasional

Wali Kota Jaktim Tekankan Literasi Digital dan Tanggung Jawab Moral di Era AI

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:41
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi di Antara Negara G-20
Nasional

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi di Antara Negara G-20

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3691 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.