Nasional

Empat Nelayan NTT yang Masuk Perairan Australia Didenda Rp 200 Juta

INDOPOSCO.ID – Konsulat Republik Indonesia di Darwin, Australia, melaporkan bahwa empat dari delapan nelayan asal Rote Ndao yang ditangkap oleh polisi perairan Australia didenda 19.500 dolar Australia atau sekitar Rp200 jutaan akibat melanggar batas negara.

“Empat orang yang sudah menjalani sidang pada Senin (28/11) lalu sudah diputuskan harus membayar denda sebesar 19.500 dolar Australia,” kata Pelaksana Fungsi Konsuler Konsulat Republik Indonesia di Darwin Yulius Mada Kaka, saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Jumat sore.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan delapan nelayan asal desa Papela, Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur yang ditangkap otoritas perbatasan Australia.

Dia mengatakan bahwa empat nelayan yang didenda 19.500 dolar Australia itu ialah Irwan, Safarin, Dewa dan Lexa. “Selain itu juga mereka dihukum penjara selama 28 hari,” ungkapnya.

Sementara itu empat nelayan lainnya kata dia baru menjalani sidang pada Jumat (2/12) siang tadi, hasil persidangan kata dia belum diketahui, namun dia yakin besaran hukuman tidak sama seperti yang dialami oleh empat nelayan lainnya.

Hal ini karena empat nelayan lainnya bernama Hasan Lamusa, Midung alias Didung Lopes, Waldi dan Billy Nurullah alias Gerbuyung adalah remaja yang usianya masih berkisar dari 20 tahun ke bawah.

“Pemerintah Australia masih memegang teguh masalah HAM, sehingga ada yang umurnya masih remaja hukumannya akan dikurangi,” tambah dia.

Keempat nelayan itu secara sadar mengakui serta sengaja memasuki wilayah perairan Australia untuk melakukan aktifitas illegal fishing.

Baca Juga: Nelayan Temukan Benda Diduga Serpihan Helikopter Jatuh di Belitung

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button