Nasional

Growpreneur, Kolaborasi KemenKopUKM-BRI Dongkrak Rasio Kewirausahaan

INDOPOSCO.ID – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menjalin sinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan program Growpreneur by BRI di Smesco Indonesia untuk mendongkrak rasio kewirausahaan di tanah air.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dalam acara Grand Launching Growpreneur by BRI di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (15/9), mengatakan melalui kegiatan itu diharapkan kegiatan tersebut mampu mendongkrak target rasio kewirausahaan hingga 3,95 persen di tahun 2024, serta 1 juta wirausaha mapan baru tahun ini.

Growpreneur by BRI merupakan wadah yang menghubungkan UMKM dengan industri kreatif, dan infrastruktur digital yang adaptif. Juga sebagai program pemberdayaan komunitas UMKM BRI dan peserta Brilianpreneur.

Baca Juga : Komisi VI DPR: Koperasi di Indonesia Butuh UU yang Adaptif

Teten mengapresiasi, BRI yang senantiasa menjadi mitra KemenKopUKM untuk menjadi garda terdepan dalam menaikkelaskan UMKM Indonesia, serta menciptakan ekosistem komplit yang mengkoneksikan UMKM dengan kewirausahaan.

“Bersama dukungan BRI, saya pribadi optimistis dan percaya diri bahwa kita bisa mencapai target kewirausahaan. Karena Pemerintah tak bisa sendiri, perlu ada kerja sama dari semua pihak. Dan memang ini adalah perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan kewirausahaan,” ucapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dan Direktur SME (Small Medium Enterprise) BRI Amam Sukriyanto. Turut mendampingi MenKopUKM, Direktur Utama LLP-KUKM (Smesco Indonesia) Leonard Theosabrata, serta Staf Khusus MenKopUKM Bidang Ekonomi Kreatif KemenKopUKM Fiki Satari.

Menteri Teten mencatat, keterlibatan BRI selama ini dalam pengembangan UMKM naik kelas meliputi lima program. Seperti BRIncubator yang menyasar UMKM naik kelas, para wirausaha pemula. BRI Venture yang tepat bagi wirausaha mapan, pembiayaan KUR untuk UMKM, Brillianpreneur yang menyasar UMKM go global, dan terakhir melalui Growpreneur BRI.

“KUR misalnya, BRI mendapat jatah terbesar dalam penyaluran KUR ke UMKM. Tahun depan saya minta supaya plafonnya ditambah menjadi Rp450 triliun. Bahkan kalau perlu 50 persen itu dari perbankan termasuk BRI,” katanya.

Selain itu, program Brillianpreneur juga turut mendukung UMKM untuk masuk pasar global. Hal penting yang menjadi catatan kata Teten, adalah bagaimana peningkatan ekspor UMKM yang masih rendah. Mengingat UMKM ini kapasitasnya masih sangat terbatas sehingga membutuhkan agregator, khususnya dalam menekan biaya logistik agar lebih murah.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button