Nasional

Festival Tabut Dicanangkan Jadi Kalender Internasional 2023

INDOPOSCO.ID – Festival Tabut merupakan tradisi tahunan yang dilakukan secara turun temurun masyarakat Bengkulu dalam menyambut tahun baru Islam pada 1 Muharram. Festival Tabut untuk mengenang kematian Al-Husain yang syahid di Padang Karebela dan mengenang kejayaan Islam. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menjadikan kegiatan ini sebagai Kalender Internasional pada 2023.

Ketua Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen Syiafril Syahbuddin, menyebutkan bahwa Festival Tabut dilaksanakan hanya sepuluh hari dalam satu tahun, tepatnya pada 1 – 10 Muharram.

Kata Tabut dapat diartikan sebagai keajaiban atau keanehan. Sebab, dalam perjalanannya dari masa ke masa menunjukkan keanehan dan daya tarik tersendiri yang luar biasa, khususnya pada hari terakhir yaitu 10 Muharram yang seringkali membuat masyarakat kagum sekaligus terheran-heran dengan daya tarik bangunan Tabut yang ditampilkan seperti dikutip Antara, Minggu (28/8/2022).

Baca Juga : Menparekraf Gandeng Brunei Tingkatkan Kompetensi SDM Pariwisata

Selama dua tahun terakhir, yakni pada 2020-2021 Festival Tabut di Provinsi Bengkulu tidak dilaksanakan akibat pandemi Covid-19. Sehingga pada 2022 Festival Tabut kembali digelar, meskipun dilaksanakan dengan terbatas dan tidak mengadakan bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Masuk kalender internasional 2023

Pada perayaan Festival Tabut 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, datang ke Bengkulu untuk menyaksikan langsung keindahan bangunan Tabut yang penuh dengan tradisi dan budaya yang khas.

Menparekraf berencana menjadikan Festival Tabut yang merupakan acara tahunan Provinsi Bengkulu untuk masuk dalam Kalender Internasional 2023.

Kemenparekraf akan memfasilitasi dengan baik

Masuknya Festival Tabut menjadi Kalender Internasional karena Tabut memiliki nilai karakteristik dari budaya, seni, tradisi dan lainnya. Selain itu, Festival Tabut dinilai memiliki parameter sisi substansi, kelembagaan pengelola, efek berganda (multiplier effect) ke masyarakat serta kandungan nilai budayanya kompleks dan tinggi.

Dengan penyajian yang baik dan kerja sama antara pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Pusat dapat memperkenalkan Festival Tabut menjadi budaya dunia. Sehingga pada Festival Tabut 2023 akan dikolaborasikan dengan beberapa negara tetangga untuk membantu mengenalkan Festival Tabut.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah akan berusaha keras dalam mewujudkan Festival Tabut Bengkulu 2023 sebagai Kalender Internasional.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama jajaran teknis akan melakukan pembahasan lebih rinci, terutama dari aspek persepsi dan kepemilikan, legal aspek, penetapan lokasi pelaksanaan permanen dan titik ekspos budaya dan lainnya.

Dengan demikian, Tabut betul-betul menjadi milik bersama atas nama Bengkulu dan pada akhirnya menjadi acara dunia, termasuk penyiapan kostum Festival Tabut yang khas.

Ketua KKT Bencoolen Syiafril Syahbuddin berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menjadikan Festival Tabut sebagai Kalender Internasional. KKT sebagai penjaga budaya Tabut Bengkulu mendukung Festival Tabut Bengkulu menjadi event Internasional.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button