Satgas Minta Pemerintah Daerah Dorong Capaian Vaksin Penguat

INDOPOSCO.ID – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta kepada pemerintah daerah untuk mendorong capaian vaksinasi booster (penguat), terutama yang masih mengalami peningkatan kenaikan kasus tinggi.
Dalam konferensi pers virtual Satgas Penanganan Covid-19 diikuti dari Jakarta, Kamis (18/8), Koordinator Tim Pakar Satgas Penganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah saat ini sedang fokus mendorong masyarakat untuk melengkapi vaksinasi Covid-19, termasuk untuk dosis penguat.
“Tidak lelah saya minta kepada pemerintah daerah yang masih belum memenuhi target 30 persen untuk vaksinasi penguat. Khususnya daerah yang masih mengalami peningkatan kasus tinggi,” kata Wiku yang juga Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dikutip dari Antara.
Secara khusus dia menyoroti provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan, seperti Banten, Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk segera meningkatkan capaian penerima vaksin penguat.
Baca Juga: Lima Puluh Juta Orang Sudah Terima Vaksin Booster
Peran pemimpin daerah, seperti gubernur, wali kota dan bupati sampai ke tingkat akar rumput di RT/RW sangat penting, salah satunya untuk mengajak masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19, termasuk dosis penguat, mengingat efektivitas vaksin akan menurun setelah enam bulan bagi orang dewasa normal dan tiga bulan untuk lansia.
“Pada prinsipnya pemerintah senantiasa terus melakukan sosialisasi serta perlindungan kepada masyarakat demi mempertahankan herd immunity yang tinggi,” tutur Wiku.
Menurut data yang dihimpun Satgas Penganan Covid-19 per 18 Agustus 2022, jumlah penerima dosis ketiga sebagai booster kini mencapai 58.929.057 orang. Dengan vaksinasi dosis keempat, yang masih menargetkan tenaga kesehatan, mencapai 271.379 orang.
Sementara itu, penerima dosis pertama berada di angka 203.037.880 orang dan vaksinasi dosis kedua 170.558.244 orang.
Pemerintah menargetkan 234.666.020 penduduk Indonesia menerima vaksin Covid-19 untuk mendapatkan kekebalan komunal dari penyakit itu. (mg1)