Nasional

Kementerian ESDM Komitmen Dukung Penurunan Gas Suar

INDOPOSCO.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen mendukung penurunan gas suar atau flare gas dalam kegiatan usaha minyak dan gas bumi (migas) demi mencapai target netralitas karbon pada 2060.

“Indonesia telah menetapkan target mendukung net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat lagi, sehingga diperlukan mitigasi emisi gas rumah kaca pada kegiatan usaha migas, salah satunya dengan pengelolaan gas suar,” kata Inspektur Migas Ahli Muda Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Chitra Ria Ariska dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Saat ini Kementerian ESDM telah menyusun peta jalan penurunan gas suar sejak tahun 2020 sampai 2024 mendatang. Pada 2020 Kementerian ESDM mengidentifikasi upaya koordinasi dengan pemangku kepentingan migas dan persiapan komitmen zero routine flaring.

Berita Terkait

Kementerian ESDM juga telah melakukan penguatan regulasi melalui revisi peraturan terkait pelaksanaan gas suar pada tahun 2021, penyusunan baseline data yang akurat terkait flaring pada 2022, pemetaan penurunan gas suar pada 2023, dan klasterisasi penurunan gas suar dengan mengidentifikasi rantai sumber dan potensi pemanfaatan gas suar serta menentukan pooling system.

Gas suar adalah gas yang dihasilkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas yang akan dibakar pada suar secara terus-menerus maupun yang tidak terus-menerus dalam kondisi rutin maupun tidak rutin. Emisi yang dihasilkan gas suar sebagian besar adalah karbondioksida.

Pembakaran gas suar terutama di hilir migas dilakukan untuk keselamatan, misalnya pembakaran dari gas suar untuk pembersihan, percobaan, pengetesan untuk sistem keselamatan dan pembakaran gas suar untuk keselamatan lingkungan.

Ada pula pembakaran gas suar dari tambahan gas sebagai bahan bakar untuk pembakaran gas suar yang mengandung gas pengotor untuk mempertahankan nyala api.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button