Nasional

Gebrakan Melawan PMK

INDOPOSCO.ID – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) perlahan mulai mereda. Setelah sempat menyeruak di sejumlah daerah, PMK yang notabene menyerang hewan ternak bisa diatasi secara komperehensif dan terintegrasi.

Itu tak lepas dari gerak cepat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. SYL bersama seluruh jajarannya membuat sejumlah langkah strategis serta taktis guna menanggulangi PMK. Gerakannya masif sehingga menyasar daerah-daerah yang memang terserang PMK.

Salah satu yang patut diapresiasi adalah soal vaksinasi. Sedari awal PMK menyebar, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini langsung menginstruksikan untuk berkoordinasi terkait pemberikan vaksin terhadap hewan ternak. Langkah konkretnya terlihat ketika mendatangkan 800 ribu dosis dari 3 juta dosis. Dan yang paling penting adalah gratis.

Berita Terkait

Baca Juga : Dalam Dua Hari, Vaksinasi PMK Tembus 58 ribu dosis

Kementerian Pertanian mengawali vaksin pada 14 Juni 2022 pada sapi di Sidoarjo Jawa Timur dan dilanjutkan vaksin massal untuk Jawa Tengah. Hingga saat ini, vaksin terus dilakukan di berbagai daerah. Melansir situs siagapmk.di, daerah yang paling aktif melakukan vaksin yakni Kabupaten Malang 24.483 ekor, Pasuruan 4.746 ekor, Bandung Barat 5.139 ekor, Banyumas 1.729 ekor. Angka ini tentunya terus bertambah ke depannya.

Sebelum menghadirkan vaksin, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan sapi yang terkena PMK dengan mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik dan penguatan imun hingga membentuk Gugus Tugas Nasional sampai daerah. Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian, PMK awalnya ditemukan pada sapi di Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto, Provinsi Jawa Timur Dan Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Mengutip pernyataan Menteri Pertanian SYL dalam berbagai kesempatan dan pemberitaan, ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, semua pihak bersikap tenang, karena pemerintah sudah terjun ke lapangan untuk bekerja optimal dan hasil penanganan PMK yang semakin membaik.

Kedua, perbaiki data. Perbaikan data merupakan kunci penangana PMK agar data terkait populasi, jumlah yang terkena PMK dan lainnya benar-benar valid dan faktual bahkan presisi. Data pun harus yang bersifat objektif dan normatif, sehingga penanganan PMK tepat sasaran dan tepat jumlah sehigga cepat tertangani.

Ketiga, membentuk gugus tugas nasional hingga gugus tugas provinsi dan kabupaten. Dari gugus tugas akan lahir Satuan Tugas (Satgas) yang didukung Polri, TNI dan Kejaksaan untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

Gugus tugas berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi. Oleh karena itu termasuk pengendalian Satgas harus siap, sehingga tidak ada informasi yang bias terkait kebenaran ternak yang terkena dan mati karena PMK.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button