Nasional

Kementan Pantau Perkembangan Pertanian di Lapangan melalui AWR

INDOPOSCO.ID – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan berdasarkan data yang dimiliki menunjukan bahwa kebutuhan pangan masyarakat cukup untuk memenuhi hingga Idul Fitri.

Meski demikian, dia menegaskan tidak berhenti hanya pada data-data yang ada di atas kertas. Bersama dengan jajarannya ia kerap melakukan validasi dan memastikan data tersebut sesuai fakta fisik di lapangan.

“Data dan validasi sudah kita lakukan bahwa Ramadhan kali ini kebutuhan pangan kita dalan kondisi cukup. Terkait beberapa harga komoditas yang naik dikarena ada gejolak harga dunia yang juga lagi naik, tetapi bukan berarti ketersediaan kurang, semua saya pastikan cukup,” kata Syahrul, dalam keterangannya, Rabu (9/3).

Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan aktivitas pertanian selalu dipantau melalui Agriculture War Room (AWR).

“Melalui AWR, kita selalu memantau perkembangan pertanian di lapangan. Termasuk jika ada kelangkaan pupuk, kita langsung koordinasi dengan BPP yang ada di seluruh kecamatan dan kita tanyakan kondisinya ke petani dan penyuluh,” katanya.

Pemerintah memastikan ketersediaan pangan sebagai hal yang sangat krusial untuk dilakukan jelang Ramadhan. Faktanya permintaan pangan sebagai kebutuhan pokok di bulan ini kerap mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga seringkali memicu gangguan distribusi, kelangkaan, hingga kenaikan harga di pasar.

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin mengatakan, ketersediaan pangan dalam kondisi yang cukup dan aman. Menggunakan layanan Agriculture War Room (AWR) dan terhubung ke ribuan penyuluh dan petani di seluruh Indonesia.

Ia memastikan Ramadhan yang jatuh di awal April mendatang dapat berjalan kondusif karena stok pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat terjamin dan tercukupi.

“Saya meninjau kementan dan dapat penjelasan tentang ketersediaan bahan pokok khsusunya dalam menghadapi Ramadhan dan Hari Raya. Ini penting, saya tekankan tidak ada kekurangan seperti isu kedelai ataupun minyak goreng,” ungkap Wapres, di Kantor Kementerian Pertanian.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button