Nasional

Kementan dan Komisi IV DPR Kendalikan Hama Tikus

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka pemenuhan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI terus berusaha menggenjot peningkatan produktifitas tanaman padi. Salah satunya melalui gerakan pengendalian hama tikus yang menjadi penyebab kehancuran pada fase persemaian, fase generatif dan fase panen sehingga berdampak pada penurunan berat produksi.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, tikus sawah sebagai hama utama tanaman padi, dengan dominasi di ekosistem sawah irigasi sehingga perlu upaya berlanjut untuk pengendalian hama tikus yang dapat dilakukan secara alami, mekanis, biologi bahkan pengendalian secara kimia. Kementan sendiri mengusulkan cara pengendalian tikus melalui gropyokan dilakukan terus menembus dimulai selesai pengolahan pertama sampai dengan sebelum tanam.

“Tikus dapat makan semua jenis tanaman, namun yang paling disukai sebagai makanannya adalah padi, jagung, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan suka di tempat yang kotor, sehingga kunci pencegahan adalah sanitasi lingkungan, harus rajin bersih bersih dan tanam serentak,” cakap Suwandi saat pertemuan dan diskusi dalam kunjungan kerja khusus Komisi IV DPR RI mengenai penanganan hama tikus dan kasus tersengatnya petani akibat terkena jerat tikus yang menggunakan arus listrik di Balai Desa Jambanan, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022).

Suwandi menjelaskan ada beberapa cara pengendalian hama tikus secara secara mekanik antara lain, penggunaan perangkap (traping) dengan sistem bubu perangkap linier (LTBS), sistem bubu perangkap (TBS) dan penggunaan jebakan RAPMORI (Rattus Fall-Trap Modification with Teri). Pengendalian hama juga dapat dilakuakan secara biologi yakni dengan pengendalian kesuburan, dengan metode pemandulan (imunokontrasepsi) dengan satu tipe virus yang spesifik dan pemanfaatan pemangsa alami seperti burung hantu, ular sawah.

“Pengendalian secara kimia juga bisa dilakukan yakni dengan penggunaan umpan beracun (rodentisida) dan bahan fumigant. Bahkan ada bio-pestisida yang ramah lingkungan: ubi gadung, bintaro, ubikayu direbus air kelapa.

“Intinya lakukan pencegahan dengan menjaga sanitasi dan tanam serentak, tanam tanaman bau menyengat: serai, tomat, bunga tagetes, gunakan musuh alami burung hantu. sedangkan pengendalian disesuaikan fase tanaman bisa secara mekanis, biologis dan pilihan terakhir kimiawi,” jelasnya.

“Terkait hama tikus di Sragen ini Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah berkomunikasi dengan PLN dan melakukan solusi, dan telah memberi arahan ke Ibu Bupati, Kapolres dan Dandim untuk menindaklanjuti dan mengawal implementasinya,” imbuh Suwandi.

Anggota Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan kunjungan kerja kali ini dalam rangka penanganan hama tikus dan kasus tersengatnya petani akibat terkena jebakan tikus yang menggunakan arus listrik di balai desa Jambanan. Upaya untuk menanggulangi jebakan tikus beraliran listrik perlu dilakukan sosialisasi akan ancaman dan ancaman pidana penggunaanya.

“Untuk itu, penerapan jebakan tikus beraliran listrik perlu pelibatan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri dan perlu adanya operasi gabungan untuk pencabutan jebakan tikus dan kami mendorong pemerintah untuk menerbitan surat edaran pengendalian hama tikus dan pelarangan penggunaanya,” terangnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pemerintah Kabupaten Sragen dibantu oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pengendalian hama tikus pada tahun 2021 melalui beberapa program dan kegiatan serta bantuan yang diserahkan kepada petani.

“Dan tahun ini kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk pengendalian hama tikus ini,” dempak Kusdinar.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain gerakan pengendalian (gerdal) 50 kali dalam satu tahun, pemberian bantuan emposan 256 unit dibagikan kepada gapoktan/poktan di 20 kecamatan, pemberian sarana pengendalian hama tikus, pemberian bantuan emposan 256 unit dibagikan kepada gapoktan/poktan di 20 kecamatan, pemberian sarana pengendalian hama tikus, bantuan rumah burung hantu 44 unit.

“Kami juga akan melakukan sosialisasi pengendalian hama tikus dan sosialisasi pelarangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik melalui pertemuan poktan/gapoktan, siaran radio dan media cetak. Dengan upaya ini diharapkan panen musim tanam I dapat maksimal juga,” tutup Kusdinar.

Perlu diketahui, rekomendasi lain pengendalian tikus yang dianjurkan Kementan kepada petani yakni pemasangan TBS (Trap Barier System) di persemaian yang digabungkan dengan jebakan tikus, pengemposan lubang aktif dengan menggunakan alat pengemposan dan sulfur, pemasangan LTBS (Linier Trap Barier System) yang digabungkan dengan jebakan tikus, pengumpanan dilakukan pada umur padi persemaian sampai dengan umur padi 35 hst dan pada saat umur tanaman generatif jalani pembongkaran lubang tikus telah melahirkan yg ada di pematang. (mg4)

Sponsored Content
Back to top button