Nasional

Stafsus Presiden: Moderasi Beragama Harus Jadi Gerakan Bersama

INDOPOSCO.ID – Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana mengatakan moderasi beragama tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus dibangun secara kolektif sehingga menjadi sebuah gerakan bersama.

Hal itu disampaikan Ari Dwipayana dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Menuju Pencapaian Terakhir Wiweka-Widya, Jnana-Wicaksana” di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (29/11/2021).

“Kita harus memperbanyak orang- orang yang mau berpikir di tengah, bukan di dua titik ekstrem,” ujar Ari Dwipayana sebagaimana siaran pers yang diterima, di Jakarta, Senin.

Berita Terkait

Lebih jauh, Ari Dwipayana yang juga Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, menegaskan bahwa jalan tengah bukan berarti menghilangkan identitas atau menurunkan keyakinan atas agama masing-masing. Jalan tengah adalah sikap terbuka atas perbedaan dan keragaman.

Tapi, Ari mengingatkan memperbesar arus tengah bukan sekadar merayakan perbedaan, tapi berikhtiar untuk terus- menerus berdialog untuk mencari titik- titik persamaan, menemukan common words dan common platform, sehingga bisa mengatasi masalah- masalah bersama.

Ari menawarkan beberapa agenda bersama untuk memperkuat arus tengah, Pertama, perlunya memperkuat rujukan- rujukan teologis yang mempertegas posisi agama sebagai ajaran moderat, melalui kajian- kajian intra- agama maupun lintas agama.

Kedua, kajian-kajian dan rujukan teologi moderat juga harus disuarakan secara lantang melalui kampanye dan gerakan moderasi beragama.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button