Nasional

KPK Kembali Periksa 14 Saksi Dalami Aliran Uang ke Bupati HSU

INDOPOSCO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 16 saksi untuk mendalami aliran uang ke Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Wahid (AW).

Aliran uang tersebut terkait suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU tahun 2021-2022.

“Senin (22/11/2021) bertempat di Kantor Polres Hulu Sungai Utara, tim penyidik telah memeriksa para saksi untuk tersangka AW antara lain saksi Rini Irawanty/Jamela (Anggota DPRD Tabalong (PDIP),” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (23/11/2021).

Ali mengungkapkan seluruh saksi yang berjumlah 16 hadir semua.

“Para saksi dikonfirmasi antara lain terkait pengetahuan para saksi tentang adanya dugaan aliran sejumlah dana yang diterima oleh tersangka AW dari para kontraktor yang mengerjakan proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten HSU,” kata Ali.

Lebih jauh Ali menjelaskan, tim penyidik hari ini kembali mengagendakan pemeriksaan 14 saksi terkait kasus yang sama.

“Hari ini (23/11/2021) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka AW,” katanya.

Ia mengatakan para saksi yang diperiksa di Polres Hulu Sungai Utara tersebut yakni Syamsul Hamidan, pemilik CV Agung Perkasa kontraktor yang biasa mengerjakan pekerjaan di Dinas PUPRP Hulu Sungai Utara untuk tahun 2021; Barkati/Haji Kati, kontraktor di Dinas Bencana Alam, Direktur PT. Prima Mitralindo Utama; Marhaidi, kontraktor Wakil Direktur CV Hanamas; H. Sapuani alias Haji Ulup, pemilik CV Lovita; Abdul Hadi, kontraktor; Hairiyah, Pegawai Negeri Sipil/ Kasi Pembangunan dan Peningkatan Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan ruang Dan Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan

Selain itu, Muhammad Sam’ani, wiraswasta/Direktur PT. Sapta Surya Tosan Talina sejak tahun 2007 sampai dengan sekarang; Muhammad Muzakkir, Direktur PT Cahaya Sambang Sejahtera; H. Rusdi, kontraktor; Rakhmadi Effendie alias H. Madi, Direktur PT. Seroja Indah Persada; Abdi Rahman, swasta; Yandra, staf SMP Negeri 8 Amuntai, Ina Wahyudiaty, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) dan Thamrin, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Sebelumnya KPK telah secara resmi menetapkan tersangka Bupati Hulu Sungai Utara, Kalsel, Abdul Wahid (AW), Kamis (18/11/2021).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button