Nasional

20 Ribu Mahasiswa Ilmu Kesehatan Gagal Diwisuda

INDOPOSCO.ID – Sekurangnya 20 ribu orang mahasiswa yang berkuliah di Program Studi Imu Kesehatan seperti keperawatan, farmasi, dan jurusan kesehatan lainnya di Tanah Air gagal diwisuda karena tidak lulus ujian kompetensi.

Direktur( CMO) SEVIMA, Ridho Irawan dalam rilis yang diterima di Malang, Jawa Timur, Minggu mengemukakan setiap periode gelaran ujian kompetensi, tingkat kelulusan berkisar 60 sampai 64 persen dari jumlah peserta.

“Misalnya, data Ditjen Dikti menyebut bahwa setiap periode ujian kompetisi, khususnya pada 2019, terdapat 40 ribu hingga 60 ribu mahasiswa yang ikut ujian tersebut, dan setiap periode ujian tingkat kelulusannya antara 60 sampai 64 persen,” kata Ridho Irawan dalam Webinar yang diikuti 900 pimpinan kampus kesehatan se- Indonesia belum lama ini, Minggu (21/11/2021), seperti dikutip Antara.

Artinya, kata Ridho, ada 20. 000 mahasiswa kesehatan yang gagal lulus hanya karena ujian kompetensi, padahal mereka sudah kuliah bertahun- tahun dengan tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Ujian kompetensi tersebut, diwajibkan oleh pemerintah. Sistem ujian kompetensi ini disebut sebagai exit exam. Jika tidak lulus ujian kompetensi, mahasiswa bersangkutan belum bisa dinyatakan lulus dari kampus. Mirip dengan Ujian Nasional di tingkat sekolah.

Ridho menyebut kenapa mahasiswa tidak lulus ujian kompetensi. Setidaknya ada tiga masalah yang menghadang kelulusan para mahasiswa kesehatan dalam ujian tersebut, yakni pertama, mahasiswa belum menguasai materi, sehingga dinyatakan tidak lulus.

Kedua, ketika kampus mendaftarkan mahasiswa mengikuti ujian kompetensi, mahasiswa dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena datanya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi( PDDikti) tidak ada atau tidak lengkap dan ketiga, data yang tidak lengkap membuat ijazah( Penomoran Ijazah Nasional) tidak bisa diterbitkan.

Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang( Polkesma) Budi Susatia mengungkapkan mahasiswa yang tidak lulus ujian kompetensi harus mengikuti ulang ujian di tahun berikutnya. Artinya, wisuda juga akan tertunda.

Ketika jumlah mahasiswa yang tidak lulus ujian kompetensi cukup banyak, kata Budi, nama kampus juga bisa menjadi buruk. Karena, dianggap kampus tidak bisa mendidik mahasiswanya dengan baik. Jika tidak lulus ujian kompetensi, mahasiswa menambah lagi kuliah selama satu tahun untuk mengikuti retake( ujian ulang).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button