Nasional

Atasi Stunting Anak, Persepsi dan Budaya Jadi Tantangan Utama

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menegaskan persepsi dan budaya dalam masyarakat menjadi tantangan utama untuk mengatasi permasalahan stunting (kekerdilan) pada anak di Indonesia.

“Tantangan kita itu mindset masyarakat, ada juga budaya. Mungkin lihat juga, masyarakat banyak sebetulnya tidak miskin juga, tetapi dalam menyusun pola makan itu yang salah,” ucap Hasto dalam Komitmen Pemerintah Turunkan Angka Stunting yang diikuti di channel TV One di Jakarta, Jumat.

Hasto mengatakan, banyak masyarakat yang mempunyai anggapan yang salah mengenai pemberian gizi seimbang pada anak. Hingga saat ini, masyarakat masih beranggapan bahwa untuk penuhi gizi anak, harus melalui makanan cepat saji atau mahal.

Sementara itu pemberian gizi pada anak melalui makanan cepat saji ataupun makanan mahal seperti daging, belum cukup untuk penuhi kebutuhan gizi anak. Pandangan seperti seperti itu yang dirasa Hasto perlu diganti supaya mengurangi aspek resiko anak untuk lahir dalam keadaan stunting.

Bagi Hasto, untuk memberikan gizi seimbang pada anak tidak harus melalui makanan yang mahal. Makanan seperti telur dan ikan sudah dapat dikatakan cukup untuk memberikan gizi baik bagi anak.

“Banyak orang punya persepsi dia makan yang mahal daging sapi, banyak pesta-pesta juga merasa bangga, merasa bergengsi kalau pakai daging. Padahal dia tidak banyak mengandung DHA, omega-3. Lebih banyak lele atau ikan kembung yang murah,” kata Hasto dilansir Antara.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button