Nasional

Kebijakan Tes Kesehatan untuk Perjalanan Gunakan PCR. Ini Kata Dokter Raisa

INDOPOSCO.ID – Perubahan kebijakan tes kesehatan untuk perjalanan disebabkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dianggap lebih akurat dibandingkan dengan tes cepat antigen. “Kenapa dari antigen sekarang jadi PCR? Jadi tes PCR ini memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada rapid (tes cepat, red) antigen,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Dalam Negeri yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Perubahan pada hasil tes tersebut diberlakukan, setelah pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 21/2021 tentang ketentuan orang perjalanan dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 yang terhitung efektif diterapkan sejak 24 Oktober 2021.

Dalam aturan itu disebutkan, moda transportasi udara dengan tujuan dari atau ke Jawa-Bali yang masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan status level 1 hingga 4 dan tujuan ke luar Jawa-Bali dengan PPKM level 3 hingga 4, memiliki ketentuan untuk menyertakan bukti vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama dan hasil tes PCR yang sampelnya diambil 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Dia menjelaskan perubahan aturan itu setelah pemerintah memperhitungkan kondisi di lapangan, khususnya pada moda transportasi udara, yang sudah mulai tidak lagi menerapkan pembatasan jarak atau seat distancing yang mulanya hanya 70 persen menjadi 100 persen.

Selain itu, pemerintah mempertimbangkan dan mengutamakan kesehatan masyarakat, khususnya saat aktivitas dengan menggunakan pesawat di masa pandemi Covid-19 yang meningkat kembali.

Namun, Reisa menegaskan kebijakan tes tersebut akan terus mengalami evaluasi dan dipantau untuk menentukan langkah selanjutnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button