Nasional

Fahri Hamzah: Biaya Politik Mahal Jadi Bumerang Sistem Demokrasi

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengatakan mahalnya biaya politik yang harus dikeluarkan dalam pemilu presiden (Pilpres), pemilu legislatif (Pileg), dan pemilihan kepala daerah (Pilkada), telah menjadi “bumerang” bagi keberlangsungan sistem demokrasi dan keberadaan partai politik di Indonesia.

“Hal itu melahirkan praktik- praktik korup yang dilakukan para politisi atau pejabat yang terpilih. Karena keterpilihan mereka tidak ditentukan kualitas dan kapabilitasnya, tapi isi tas atau besaran dana politik yang bersumber dari kantong pribadi atau dari penyandang dana,” kata Fahri dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (5/9).

Dia menilai tidak mengherankan apabila ketika para politisi atau pejabat terpilih dalam jabatan tertentu, maka yang terpikir pertama kali adalah bagaimana mengembalikan biaya politik yang telah dikeluarkan agar” balik modal”.

Menurut dia, hampir tidak ada klaster politik yang tidak ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kasus terbaru adalah seorang anggota DPR dengan istrinya yang merupakan seorang bupati ditangkap KPK.

Fahri mengatakan, kerusakan sebuah negara demokrasi, bisa dilihat setidaknya dari tingkah laku parpolnya terutama yang masuk dalam lingkaran kekuasaan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button