Nasional

Lembaga Riset: Kaji Ulang Antidumping di Sektor Baja

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institut Ahmad Rijal Ilyas meminta adanya pengkajian ulang terhadap wacana kebijakan antidumping di sektor baja yang dapat mengganggu pasokan dalam negeri.

Menurut Rijal, dalam pernyataannya di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (11/5/2021), harga baja akan mengalami kenaikan berlipat jika rencana kebijakan antidumping diterapkan terutama harga produk baja lapis alumunium dan seng (BjLAS) yang dapat membebani konsumen.

“Oleh karena itu, pemerintah harus hati-hati dalam mengambil kebijakan antidumping, jangan sampai dampak ekonomi akibat kenaikan harga dan kelangkaan bahan baku baja BjLAS menekan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akhir-akhir ini mengalami tren positif,” katanya.

Rijal menjelaskan produsen BjLAS lokal saat ini masih harus melakukan impor karena adanya bahan baku yang belum bisa dipenuhi dari pasokan dalam negeri sehingga wacana kebijakan itu bisa menyebabkan persoalan defisit pasokan.

“Sementara itu, kondisi harga baja dunia saat ini yang mengalami kenaikan hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya dan berkurangnya supply baja internasional akibat adanya isu emisi kontrol yang bergulir di China,” katanya.

Menurut dia, cara lama pengadaan impor BjLAS dengan metode supply and demand serta berdasarkan rekomendasi dengan pengawasan ketat masih lebih efektif dalam penyediaan pasokan baja nasional.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button